Hacker Bobol Sistem Bank Prancis, Gasak Dana hingga Rp14,18 Triliun
Hacker membobol sistem bank Credit Mutuel Arkea di Prancis dan mencuri dana 700 juta euro atau setara Rp14,18 triliun.-(Foto/ Istimewa)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Kelompok peretas atau hacker berhasil membobol sistem perbankan Credit Mutuel Arkea di Prancis. Dalam serangan tersebut, pelaku diduga mencuri dana sebesar 700 juta euro atau setara Rp14,18 triliun.
Kasus ini menjadi perhatian karena dana yang dicuri berasal langsung dari sistem perbankan konvensional, bukan dari platform perdagangan aset kripto.
Saat ini, Credit Mutuel Arkea tengah berupaya memulihkan dana yang hilang sekaligus menyelidiki cara pelaku mengakses sistem dan menjalankan transaksi ilegal menggunakan akun milik bank.
"Para hacker menggunakan akun milik Credit Mutuel Arkea untuk melakukan 'transaksi penipuan'," kata pihak Credit Mutuel Arkea, dikutip dari Reuters, Jumat, 6 November 2026.
BACA JUGA: 2 Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditangkap di Balikpapan dan Ciamis
BACA JUGA: ATM Dibobol Teman Dekat, Pemuda di Samarinda Kehilangan Rp7,5 Juta
Insiden tersebut pertama kali diumumkan kepada publik pada Rabu, 4 November 2026, waktu setempat. Meski serangan siber terhadap lembaga keuangan bukan hal baru, pencurian dana secara langsung dari sistem bank besar seperti ini tergolong jarang terjadi.
Credit Mutuel Arkea merupakan kelompok perbankan koperasi yang berbasis di Brittany, Prancis. Bank tersebut memiliki lebih dari 5,8 juta nasabah dengan total aset mencapai 211,5 miliar euro.
Dana yang dicuri diketahui bukan berupa mata uang kripto. Namun, pihak bank tidak mengesampingkan kemungkinan pelaku mengalihkan atau mengonversi uang tersebut menjadi aset kripto setelah berhasil mendapatkannya.
Untuk membatasi dampak serangan, Credit Mutuel Arkea sempat menghentikan sementara sejumlah transaksi. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan sistem dan memeriksa aktivitas keuangan yang mencurigakan.
BACA JUGA: AS hingga India Bersatu, Kebijakan Ekonomi China Disorot Empat Negara Quad
BACA JUGA: Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati
Penghentian sementara tersebut menyebabkan keterlambatan beberapa transfer. Meski demikian, bank memastikan dana dan aset milik nasabah tidak terdampak.
Pihak bank juga membantah kabar yang menyebut Fortuneo, salah satu anak usahanya, menjadi jalur masuk peretas ke dalam sistem.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
