Bankaltimtara

Pemkot Samarinda Akan Tata Aset dan Administrasi MTQ

Pemkot Samarinda Akan Tata Aset dan Administrasi MTQ

Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. --Dok. nomorsatukaltim.--

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemkot Samarinda akan menata aset dan administrasi inventaris MTQ.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Samarinda.

Dia meminta pendataan barang dilakukan secara menyeluruh, termasuk perlengkapan yang masih tersedia maupun barang yang sebelumnya telah diserahkan atau dihibahkan.

Inventarisasi tersebut, kata dia, perlu memuat identitas barang, lokasi keberadaan, serta kondisi fisiknya. 

Pencatatan juga harus menjelaskan pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan atau pengelolaan setiap barang. 

Kelengkapan informasi ini diperlukan agar status aset tidak menimbulkan ketidakjelasan ketika dilakukan pemeriksaan maupun saat barang kembali dibutuhkan.

Penertiban administrasi inventaris, memiliki keterkaitan dengan perencanaan kebutuhan kegiatan. 

Data barang yang akurat dapat menjadi dasar untuk mengetahui perlengkapan yang masih layak digunakan, sehingga pengadaan tidak dilakukan tanpa terlebih dahulu memeriksa ketersediaan barang yang sudah dimiliki.

“Data inventaris harus jelas, mulai dari jenis barang, keberadaan, kondisi, sampai pihak yang menggunakannya." 

"Dengan pencatatan yang tertib, kita bisa mengetahui aset yang masih dapat dimanfaatkan dan menentukan kebutuhan berikutnya secara lebih tepat,” ujar Neneng.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian pencatatan atau persoalan administrasi, penyelesaiannya perlu dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait. 

Proses tersebut tetap harus mengikuti ketentuan pengelolaan barang milik daerah agar setiap perubahan status maupun penggunaan aset memiliki dasar administrasi yang jelas.

Neneng juga mengingatkan, seluruh unsur yang terlibat dalam persiapan MTQ agar menjaga komunikasi dan menyamakan langkah. 

Koordinasi diperlukan untuk memastikan setiap kebutuhan teridentifikasi sejak awal, sekaligus menghindari persoalan teknis yang berpotensi menghambat pelaksanaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait