Bankaltimtara

Pemkot Samarinda Bidik Kemandirian Ekonomi dan cegah Stunting

Pemkot Samarinda Bidik Kemandirian Ekonomi dan cegah Stunting

Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyanti.-Mayang/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM-Pemkot Samarinda mengarahkan keluarga berisiko stunting untuk mengembangkan kegiatan produktif dari lingkungan tempat tinggal. 

Melalui pemanfaatan pekarangan, keluarga sasaran didorong menghasilkan bahan pangan sendiri sekaligus membuka peluang usaha sederhana yang dapat menambah pemasukan rumah tangga.

Program yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda ini, menyasar 30 keluarga di Kecamatan Sungai Kunjang dan Samarinda Seberang. 

Pendekatan tersebut, menggabungkan pemenuhan kebutuhan pangan dengan pemberdayaan ekonomi, sehingga intervensi tidak hanya berfokus pada persoalan gizi, tetapi juga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyanti, mengatakan pelaksanaan program dibagi berdasarkan wilayah sasaran. 

Sebanyak 16 keluarga berada di Kecamatan Sungai Kunjang, sedangkan 14 keluarga lainnya tersebar di Kecamatan Samarinda Seberang.

"Program ini kami arahkan kepada keluarga yang membutuhkan penguatan dari sisi pemenuhan pangan dan ekonomi rumah tangga. Karena itu, pekarangan yang tersedia di sekitar rumah perlu dimanfaatkan agar bisa memberikan hasil yang langsung dirasakan keluarga," ungkap Deasy Evrianti, Kamis (5/11/2026).

Setelah menetapkan wilayah sasaran, DPPKB menyiapkan intervensi langsung melalui pelatihan dan penyediaan bibit tanaman bagi keluarga penerima manfaat. 

Sejumlah kawasan yang menjadi lokasi pelaksanaan di antaranya Loa Bakung, Kelurahan Tenun, dan Loa Buah. 

Cabai, tomat, dan terong menjadi beberapa komoditas yang disiapkan untuk dibudidayakan. Pengembangan tanaman tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga. Keluarga dapat memanfaatkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari. 

Deasy menjelaskan, pemanfaatan hasil panen tidak dibatasi untuk konsumsi pribadi. Keluarga juga dapat menjual sebagian hasil budidaya apabila produksi pekarangan mencukupi kebutuhan rumah tangga. 

"Ketika tanaman sudah menghasilkan, keluarga memiliki dua pilihan pemanfaatan. Sebagian bisa digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari, sementara hasil lebihnya dapat dijual sehingga memberikan tambahan penghasilan," jelasnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait