Standar Pengamanan Liga 3 di Stadiun Kudungga Diperketat
Tim Ditpamobvit Polda Kaltim melakukan pemeriksaan dalam risk assessment Stadion Kudungga.-Istimewa-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Stadion Kudungga yang menjadi homebase Persikutim kini mulai ditingkatkan. Salah satunya standar sistem pengamanan.
Kesiapan ini khususnya dalam menyambut kompetisi Liga 3 Nusantara 2026/2027.
Untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, stadion kebanggaan masyarakat Kutim tersebut menjalani risk assessment atau penilaian risiko keamanan oleh Ditpamobvit Polda Kalimantan Timur, pada Selasa 3 November 2026.
Pemeriksaan dilakukan tim Subdirektorat Audit Ditpamobvit Polda Kaltim dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2019, tentang Sistem Manajemen Pengamanan dan Perpol Nomor 10 Tahun 2022 mengenai Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Kejar Medali, Pemkab Kutim Tekankan Sportivitas dan Nama Baik Daerah di Porwada 2026
Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kaltim Kompol Ahmad Abdullah, menjelaskan bahwa penilaian tersebut merupakan kewajiban bagi stadion yang akan digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola.
Menurutnya, setiap venue harus melalui proses evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pengelola dalam menerapkan sistem pengamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Risk assessment ini dilaksanakan sebagai sebuah mandat regulasi. Stadion yang akan menyelenggarakan pertandingan Liga 3 Nusantara wajib melalui penilaian untuk memastikan apakah stadion tersebut layak atau tidak digunakan untuk pertandingan,” jelasnya.
BACA JUGA:1.418 Atlet ASN Ikuti Porprov Korpri Kaltim di Kutim
Dalam proses tersebut, terdapat enam elemen utama dengan total 60 kriteria yang menjadi dasar pemeriksaan.
Penilaiannya mencakup aspek keselamatan, infrastruktur, kesehatan, informasi, hingga berbagai fasilitas penunjang penyelenggaraan pertandingan.
Tim audit tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga mencocokkannya dengan kondisi aktual di lapangan.
Langkah ini juga dilakukan agar sistem pengamanan yang tercantum dalam dokumen benar-benar dapat diterapkan ketika kompetisi berlangsung.
Ahmad menambahkan, Stadion Kudungga sebelumnya telah beberapa kali menjalani penilaian serupa untuk mendukung kegiatan berskala nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
