Bankaltimtara

Indonesia Mulai Memasuki Peralihan Musim, Waspada Anak Rentan Terserang Penyakit

Indonesia Mulai Memasuki Peralihan Musim, Waspada Anak Rentan Terserang Penyakit

Indonesia Mulai Memasuki Peralihan Musim, Waspada Anak Rentan Terserang Penyakit-istimewa-

NOMORSATUKALTIM - Peralihan musim kemarau ke musim hujan menjadi periode yang perlu diwaspadai orang tua terhadap kesehatan anak.

Perubahan suhu dan kelembapan, ditambah meningkatnya paparan kuman di lingkungan, dapat memicu risiko berbagai penyakit, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga demam berdarah dengue (DBD).

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak selama masa peralihan musim.

Menurutnya, perubahan cuaca bukan penyebab langsung anak jatuh sakit. Namun, perubahan suhu dan kelembapan, pola aktivitas, serta meningkatnya paparan kuman di lingkungan tertentu dapat memengaruhi risiko terjadinya infeksi.

“Bukan berarti perubahan cuaca secara langsung membuat anak sakit, tetapi perubahan suhu dan kelembapan, pola aktivitas, serta meningkatnya paparan kuman di lingkungan tertentu dapat memengaruhi risiko infeksi,” kata Aisya, dikutip dari Antara pada Minggu 1 November 2026.

BACA JUGA:Ternyata Konsumsi Pisang Sebelum Tidur Bisa Berikan Manfaat Bagi Tubuh

Ia menjelaskan, peralihan dari musim kemarau berkepanjangan menuju musim hujan dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit pada anak. Salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang gejalanya meliputi batuk, pilek, hingga influenza.

Selain ISPA, orang tua juga perlu mewaspadai diare akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit lain yang patut menjadi perhatian adalah DBD, terutama ketika hujan mulai meningkatkan jumlah genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Risiko penyakit juga dapat bertambah apabila terjadi banjir. Dalam kondisi tersebut, anak berpotensi terpapar bakteri penyebab leptospirosis melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi.

Aisya menyebutkan, sejumlah gejala awal penyakit yang perlu diperhatikan orang tua antara lain demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, muntah, hingga diare.

BACA JUGA:DPMD Kukar Tengah Mengkaji Program Beasiswa untuk Perangkat Desa

Perubahan perilaku anak juga perlu dicermati, terutama ketika terlihat lebih lemas dan kurang aktif dibandingkan biasanya.

Namun, orang tua diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyakit hanya berdasarkan gejala yang muncul. Demam, misalnya, tidak selalu menandakan flu atau influenza.

Pada musim hujan, kondisi tersebut juga dapat menjadi gejala DBD maupun infeksi lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: