Bankaltimtara

Prabowo Sebut Perusahaan Asing Terkait Karhutla, Ada yang 19 Kali Melanggar

Prabowo Sebut Perusahaan Asing Terkait Karhutla, Ada yang 19 Kali Melanggar

Prabowo mencurigai perusahaan asing terlibat dalam kasus karhutla Kalimantan dan Sumatera.-(Ist./ BPMI Setpres)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan sejumlah perusahaan asing dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. 

Menurut Prabowo, sejumlah perusahaan pemegang konsesi diduga berulang kali melanggar aturan, bahkan ada yang tercatat hingga 19 kali.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

"Ternyata, ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali, melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar," kata Presiden.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Ancam Pemilik Konsesi Tambang, Mangkrak Lebih 2 Tahun Akan Dicabut!

BACA JUGA: Merespons Penilaian MSCI, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Akan Gentar

Prabowo menilai pelanggaran berulang seharusnya menjadi dasar untuk mencabut izin usaha perusahaan. Ia bahkan menyatakan izin perusahaan yang melanggar hingga dua kali semestinya sudah bisa dicabut.

"Ini menurut saya, sudah tidak usah lagilah. Kalau dua kali melanggar, cabut saja (izinnya)," tandas Prabowo.

Meski mengungkap dugaan pelanggaran tersebut, Prabowo belum menyebutkan nama perusahaan yang terindikasi terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Presiden menyatakan identitas perusahaan akan diumumkan pada waktunya.

"Nanti, pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," ujar Presiden.

BACA JUGA: Hasil Survei SMRC Terbaru: Elektabilitas Prabowo Anjlok ke 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Naik 35 Persen

BACA JUGA: Bakom RI Bantah Ada Perayaan Ultah Prabowo saat Presiden Kumpulkan Jajaran Menteri di Istana Bogor

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi kritik dan cemoohan dari sejumlah negara terhadap penanganan karhutla di Indonesia. 

"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," kata Prabowo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: