Bankaltimtara

Hujan Mulai Turun, Dinkes Kutim Ingatkan Warga Tetap Waspada ISPA

Hujan Mulai Turun, Dinkes Kutim Ingatkan Warga Tetap Waspada ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-


​KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dinas Kesehatan Kutim mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang masih berubah-ubah.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, turunnya hujan perlu disikapi dengan tetap menerapkan langkah pencegahan, terutama bagi masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Paparan debu dan asap masih perlu diwaspadai selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mengurangi kewaspadaan hanya karena hujan mulai turun.

BACA JUGA: Cegah Kaki Gajah Berujung Cacat Permanen, Dinkes Kutim Perkuat Deteksi Dini Lewat Pemeriksaan Darah

“Kelompok rentan disarankan membatasi kegiatan di luar serta memperbanyak istirahat di dalam ruangan,” kata Yuwana Senin, 19 Oktober 2026.

Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan daya tahan tubuh.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah catatan 14.014 kasus ISPA di Kutim sepanjang Juli hingga September 2026.

Jumlah kasus mengalami peningkatan setiap bulan, yakni 3.973 kasus pada Juli, 4.595 kasus pada Agustus, dan mencapai 5.446 kasus pada September.

BACA JUGA: Mahyunadi Tekankan Pembangunan Kutim Harus Berangkat dari Persoalan Masyarakat

Dibandingkan Juli, jumlah laporan pada September meningkat sekitar 37,1 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan pernapasan masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat meskipun hujan mulai turun di sejumlah kawasan.

Balita menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Selama tiga bulan tersebut, tercatat 3.874 kasus ISPA pada anak berusia 0–4 tahun, dengan jumlah tertinggi terjadi pada September sebanyak 1.521 kasus.

Dari sisi perawatan, sebanyak 108 dari total 168 kasus ISPA yang menjalani rawat inap terjadi pada balita. Angka tersebut setara 64,3 persen dari seluruh pasien rawat inap dalam periode Juli hingga September.

Yuwana mengingatkan keluarga agar lebih memperhatikan kesehatan anak, terutama dengan mengurangi paparan debu dan asap serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait