IDAI Ingatkan Bahaya Asap Karhutla bagi Anak, Ini Cara Mencegahnya
Kabut asap karhutla menyebabkan kualitas udara memburuk di seluruh wilayah Kalimantan Timur yang meningkatkan risiko kesehatan.-(Foto/ Istimewa)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengancam kesehatan anak, terutama mereka yang memiliki penyakit pernapasan atau kondisi medis tertentu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk meningkatkan perlindungan anak saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp. Respi. (K), mengatakan anak dengan penyakit jantung bawaan maupun pasien yang sedang dirawat di rumah sakit memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Ini perlu menjadi perhatian pada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan ataupun anak-anak yang dirawat di rumah sakit, namun kondisinya terganggu kesehatannya, seperti dari sistem paru-paru dan kondisi lainnya akan berisiko lebih tinggi terpapar dari asap karhutla," kata Fifi dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2026.
Paparan asap karhutla dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan paru-paru kronis. Asap juga dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada saluran pernapasan.
Cara Melindungi Anak dari Asap Karhutla
Fifi menyarankan orang tua memantau kualitas udara melalui Air Quality Index (AQI) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Jika kualitas udara memburuk, sejumlah langkah berikut dapat dilakukan.
1. Siapkan ruang bersih di rumah
Gunakan satu ruangan dengan sedikit pintu dan jendela sebagai tempat anak berlindung. Jika memungkinkan, lengkapi dengan pembersih udara portabel yang tidak menghasilkan ozon.
BACA JUGA: Balita Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap Jadi Sorotan, Dinkes Samarinda Ungkap Hasil Penelusuran
2. Tutup pintu dan jendela
Selama kabut asap berlangsung, usahakan anak tetap berada di dalam rumah. Jika menggunakan AC, pilih pengaturan sirkulasi udara di dalam ruangan atau air recirculation agar udara luar tidak ditarik masuk.
3. Hindari sumber asap lain
Jangan merokok di dalam rumah. Hindari pula penggunaan kompor berbahan bakar kayu, perapian, lilin, maupun semprotan aerosol yang dapat memperburuk kualitas udara.
BACA JUGA: Akibat Kabut Asap, Disdikpora PPU Mulai Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi PAUD dan TK
4. Batasi aktivitas di luar ruangan
Kurangi aktivitas fisik berat anak ketika udara terlihat berasap, berbau, atau dinyatakan tidak sehat berdasarkan laporan kualitas udara.
5. Gunakan masker saat diperlukan
Jika anak harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk anak berusia dua tahun atau lebih. Kacamata juga dapat membantu mengurangi iritasi mata akibat asap.
6. Siapkan obat bagi anak dengan penyakit kronis
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
