Bankaltimtara

Desa Loh Sumber Komitmen Beri Perhatian Serius Terhadap Penurunan Stunting

Desa Loh Sumber Komitmen Beri Perhatian Serius Terhadap Penurunan Stunting

Kegiatan Rembuk Stunting Desa Loh Sumber.-Istimewa-

KUKAR, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berkomitmen memberikan perhatian serius terhadap upaya penurunan stunting.

Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengatakan jumlah kasus stunting di wilayahnya menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Berdasarkan laporan yang disampaikan pada akhir tahun lalu, kondisi tersebut telah memperlihatkan perkembangan yang positif.

Meski demikian, pemerintah desa masih perlu memastikan perkembangan terbaru melalui data dan laporan yang tersedia agar kondisi stunting di Loh Sumber dapat diketahui secara akurat.

“Alhamdulillah, di Desa Loh Sumber pada tahun-tahun sebelumnya memang masih ada, tetapi jumlahnya mengalami penurunan. Pada akhir tahun lalu, berdasarkan laporan yang kami sampaikan, kondisinya sudah menunjukkan perbaikan,” ujar Sukirno, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, penurunan stunting membutuhkan upaya berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. 

Penanganannya tidak cukup hanya dilakukan melalui satu kegiatan, tetapi perlu didukung oleh pelayanan dasar, pemenuhan kebutuhan gizi, serta perhatian terhadap kelompok masyarakat yang berisiko mengalami masalah pertumbuhan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Loh Sumber turut memanfaatkan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui koordinasi tersebut, kebutuhan masyarakat, khususnya ibu dan anak, diharapkan dapat memperoleh perhatian sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sukirno menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung upaya penurunan stunting adalah pemberian makanan tambahan kepada kelompok sasaran.

Program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta anak yang berada dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Periode tersebut menjadi perhatian penting karena pemenuhan kebutuhan gizi pada masa awal kehidupan berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait