Sempat Turun Hujan Tapi Kualitas Udara di Mahulu Masih Belum Normal
Kualitas udara di Mahulu dalam kondisi tidak normal akibat kabus asap.-Iswanto/Disway Kaltim-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Kondisi kualitas udara di Mahulu belum menunjukkan perbaikan hingga saat ini, meski sempat diguyur hujan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mahulu pun memastikan perkembangan kondisi udara masih cenderung sama seperti periode sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala DLH Mahulu, Solman.
“Walaupun sempat hujan, trennya masih tetap sama. Jadi, belum ada perubahan. Masih tetap seperti kemarin,” kata Solman, Selasa 13 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi serupa juga terlihat saat dirinya melakukan perjalanan ke sejumlah daerah, faktor yang memengaruhi kondisi tersebut dinilai relatif sama.
BACA JUGA:Pemkab Mahulu Gelar Pelatihan Coaching Skill for Leaders
“Faktornya hampir sama semua. Jadi, belum ada perubahan,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Solman menilai pemantauan kualitas udara secara langsung di Mahulu tetap penting.
Pasalnya, pemerintah daerah tidak bisa sepenuhnya menjadikan hasil pemantauan dari wilayah lain sebagai patokan, untuk menggambarkan kondisi lingkungan di Mahulu.
Menurutnya, jangkauan alat pemantau kualitas udara otomatis (AQMS) relatif terbatas. Yakni sekitar lima kilometer.
BACA JUGA:Diikuti 13 Kampung, Event Hudoq Pekayang di Mahulu Tahun Ini Bakal Menghadirkan 3.000 Orang
Karena itu, keberadaan alat di daerah lain belum tentu dapat menggambarkan kondisi udara di wilayah Mahulu.
“Kita tidak memungkinkan berpatokan pada daerah lain. Sementara itu jangkauannya terlalu pendek. AQMS radiusnya 5 kilometer,” katanya.
Solman mengatakan, kebutuhan terhadap alat pemantau kualitas udara baru menjadi perhatian serius tahun ini.
Sebelumnya, DLH Mahulu belum mengusulkan pengadaan alat karena kondisi kemarau pada tahun-tahun sebelumnya dinilai tidak berlangsung lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
