Target Investasi Kutim Rp18 Triliun, Optimistis Tercapai pada 2026
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimistis target realisasi investasi daerah sebesar Rp18 triliun pada 2026 dapat tercapai.
Target tersebut menjadi salah satu indikator yang terus didorong pemerintah di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor mengatakan, target investasi tersebut merupakan bagian dari sasaran yang ditetapkan pemerintah provinsi kepada Kutim.
“Target kita itu Rp18 triliun. Kita optimistis bisa tercapai nanti tahun ini,” kata Noviari saat di wawancara belum lama ini.
BACA JUGA: APBD Perubahan Kutim 2026 Tembus Rp6,4 Triliun, Defisit Rp19 Miliar
Menurutnya, capaian investasi tersebut tidak hanya bertumpu pada satu bidang usaha. Aktivitas penanaman modal di Kutim berasal dari beragam sektor dengan skala investasi yang berbeda.
Mulai dari usaha berskala kecil dan menengah hingga investasi dengan kebutuhan modal besar turut masuk dalam perhitungan realisasi penanaman modal daerah.
Noviari menjelaskan, data investasi tersebut mengacu pada laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim yang kemudian dilaporkan melalui sistem pemerintah pusat.
“Banyak, ya. Mulai dari yang skala kecil menengah hingga investasi padat modal yang besar,” ujarnya.
BACA JUGA: DPMDes Kutim Perkuat Fasilitasi Penataan Batas Antardesa
Pemerintah daerah melihat investasi sebagai salah satu penggerak aktivitas ekonomi. Masuknya modal baru diharapkan dapat memperluas kegiatan usaha sekaligus memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Selain itu, investasi juga diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya sektor usaha pendukung di sekitar kegiatan perusahaan maupun proyek yang berjalan.
Di tengah kondisi ekonomi yang turut dipengaruhi situasi global dan nasional, Pemkab Kutim tetap berupaya menjaga iklim usaha agar kegiatan ekonomi daerah tetap bergerak.
Noviari mengatakan pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sektor riil, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar tetap mampu bertahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
