Porsi Sektor Non-Ekstraktif pada PDRB Kutim Terus Menguat hingga 30 Persen
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.-Sakiya Yusri-Disway Kaltim

Banner Diskominfo Kutim--
KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM – Dalam kurun waktu dua tahun, porsi sektor non-ekstraktif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari kisaran 10–15 persen pada 2023 menjadi sekitar 30 persen berdasarkan data 2025 yang dirilis pada 2026.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melihat adanya perubahan dalam struktur ekonomi daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan ekonomi masyarakat mulai semakin beragam.
Menurutnya, pertumbuhan tidak hanya berlangsung pada sektor yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan daerah.
BACA JUGA:20 Sekolah Kutim Dipersiapkan Raih Adiwiyata, Lima Lolos Verifikasi Nasional
“Data terbaru tahun 2025 yang dirilis pada 2026 menunjukkan sektor non-ekstraktif kini sudah menyumbang hingga 30 persen terhadap PDRB Kutim,” kata Ardiansyah.
Ia menjelaskan, sejumlah aktivitas usaha masyarakat ikut mendorong perubahan tersebut. Ardiansyah menyebut UMKM, industri rumah tangga, pariwisata dan perhotelan sebagai sektor yang mulai memperlihatkan perkembangan.
“UMKM, industri rumah tangga, serta pariwisata dan perhotelan menunjukkan tren pergerakan angka yang sangat positif,” ujarnya.
Meski demikian, Ardiansyah menilai capaian tersebut perlu dijaga agar tidak berhenti pada pertumbuhan angka.
BACA JUGA:Kualitas Udara Kutim Kembali Memburuk, SE Bupati soal Karhutla Belum Dicabut
Pemerintah daerah, menurutnya, masih memiliki pekerjaan untuk memastikan pelaku usaha memperoleh pendampingan dan kesempatan berkembang.
Ia juga menyinggung pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap komoditas ekstraktif.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan sumber ekonomi lain dibutuhkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
