Dugaan Takaran BBM Dimainkan, DPRD Paser Minta Pom Mini Disidak Berkala
Anggota DPRD Paser, Agus Santosa-Sahrul/Nomorsatukaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) melalui pengisian eceran atau pom mini di Kabupaten Paser mendapat sorotan DPRD.
Pemerintah daerah dan instansi terkait didesak memperketat pengawasan untuk mengantisipasi dugaan kcurangan takaran hingga penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Anggota DPRD Paser, Agus Santosa mengatakan, pengawasan terhadap usaha penjualan BBM eceran perlu dilakukan secara serius.
Hal itu menyusul adanya sejumlah laporan dan keluhan masyarakat yang diterima pihaknya terkait dugaan ketidaksesuaian takaran BBM yang dibeli melalui mesin pom mini.
BACA JUGA: Pom Mini Menjamur di Paser, Satpol PP Mulai Koordinasikan Langkah Penertiban
Menurut Agus, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan karena menyangkut hak masyarakat sebagai konsumen. "Keluhan masyarakat yang kami terima ada di jumlah takaran yang diduga dimainkan," kata Agus, Selasa 22 September 2026.
Ia menilai, menjamurnya usaha pom mini atau Pertamini harus diimbangi dengan pengawasan yang memadai dari instansi berwenang.
Tanpa pengawasan rutin, kata dia, potensi kerugian konsumen akan semakin besar apabila benar terjadi ketidaksesuaian antara volume BBM yang diterima dengan nominal pembayaran.
Karena itu, Agus mendesak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi lebih proaktif turun ke lapangan.
BACA JUGA: Pengusulan Gelar Pahlawan Sultan Ibrahim Khaliluddin Masuk Tahap Akhir
Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk memastikan alat ukur yang digunakan para pelaku usaha berfungsi dan memberikan takaran sesuai ketentuan.
Agus juga mendorong UPTD Metrologi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik Pertamini di Paser.
Pemeriksaan, menurutnya, sebaiknya dilakukan langsung oleh petugas, termasuk mengecek akurasi alat ukur yang digunakan dalam transaksi.
Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, dibandingkan hanya mengandalkan laporan atau pengukuran mandiri dari pemilik usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

