Bankaltimtara

Sekolah di Bontang kembali Normal, Distribusi MBG Kembali Jalan

Sekolah di Bontang kembali Normal, Distribusi MBG Kembali Jalan

Distribusi MBG ke sekolah di Kota Bontang.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang sempat terhenti karena seluruh sekolah di Kota Taman menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat asap pekat karhutla.

Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang sudah resmi mencabut keputusan itu. Anak-anak sekolah sudah kembali aktif melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bontang, Surya Dwi Saputra mengatakan, operasional program MBG kembali menyesuaikan dengan aktivitas sekolah yang telah berjalan seperti biasa.

“Karena penyaluran MBG menyesuaikan dengan daerah, maka mulai hari ini sudah kembali disalurkan ke sejumlah sekolah di Bontang,” kata Surya, dihubungi melalui telepon, Selasa, 22 September 2026.

BACA JUGA: Kabut Asap Makin Menebal, Aktivitas Masyarakat Bontang Mulai Terbatas

Namun, kembalinya kegiatan sekolah belum serta-merta membuat seluruh layanan MBG dapat berjalan penuh. Saat ini masih terdapat 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dapat beroperasi.

Keempat dapur tersebut berada di Berbas Tengah, Api-Api, Loktuan, dan Gunung Telihan. Menurutnya, belum beroperasinya 4 SPPG itu disebabkan sejumlah persyaratan dan pembenahan fasilitas yang masih harus diselesaikan.

Di antaranya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, termasuk sertifikat chef dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta perbaikan tata letak atau layout bangunan.

Dampaknya cukup besar terhadap cakupan penerima manfaat. Dengan belum beroperasinya 4 SPPG tersebut, sebanyak 9.585 penerima manfaat untuk sementara belum dapat terlayani program MBG.

BACA JUGA: Dampak Kabut Asap, Pemkot Bontang Terapkan WFH bagi ASN

BGN menargetkan berbagai kendala tersebut dapat segera dituntaskan. Dengan begitu, seluruh SPPG di Bontang dapat kembali beroperasi dan cakupan penerima manfaat MBG bisa diperluas.

“Targetnya seluruh kelengkapan itu dapat dipenuhi secepatnya,” pungkas Surya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: