Berbahaya! Kualitas Udara Samarinda Sabtu Pagi Terpantau Memburuk
Kualitas udara Samarinda memburuk pada 19 September 2026. Konsentrasi PM2.5 mencapai 501,8 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.-(Tangkapan layar/ Stasiun Meteorologi APT Pranoto)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kualitas udara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), kembali memburuk pada Sabtu pagi, 19 September 2026.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang terpantau di Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mencapai 501,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 07.00 Wita.
Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya berdasarkan panduan klasifikasi kualitas udara. Data pemantauan juga menunjukkan tren konsentrasi PM2.5 masih meningkat.
Sebelumnya, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 05.00 WIB atau 06.00 Wita mencatat konsentrasi PM2.5 di Samarinda sebesar 342,7 µg/m³. Angka tersebut juga berada dalam kategori berbahaya.
BACA JUGA: Kualitas Udara Samarinda Capai Level Berbahaya, PM2.5 Tembus 268 µg/m³
BACA JUGA: Kasus ISPA di Samarinda Melonjak, Dinkes Waspadai Dampak Kualitas Udara Terhadap Kelompok Rentan
Pemantauan PM2.5 dilakukan secara real-time menggunakan sensor di Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda. Berdasarkan klasifikasi yang ditampilkan, konsentrasi PM2.5 di atas 250,5 µg/m³ masuk kategori berbahaya.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Konsentrasi partikulat tersebut diukur menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring dengan satuan mikrogram per meter kubik.
Dalam kondisi pemantauan terbaru, masyarakat disebut perlu tetap berada di dalam ruangan tertutup karena kualitas udara berada pada tingkat yang sangat buruk.
Memburuknya kualitas udara Samarinda terjadi ketika persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Kualitas Udara Kian Memburuk, Bupati Kutim Instruksikan ASN hingga Perusahaan Tingkatkan Kesiagaan
BACA JUGA: Udara Tenggarong Tidak Sehat, BPBD Kukar Turun Bagikan 5.000 Masker
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat sepanjang September 2026.
Dinkes Samarinda mencatat sebanyak 8.609 kasus ISPA hingga 16 September 2026. Jumlah tersebut menghasilkan rata-rata sekitar 538 kasus per hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
