Semakin Tua, Risiko Kanker Prostat Meningkat, Pria di Atas 50 Disarankan Skrining
Risiko kanker prostat meningkat seiring usia. Pria di atas 50 tahun, terutama yang punya riwayat keluarga, disarankan melakukan skrining PSA.-(Ilustrasi/ Magnific)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Karenanya, pria berusia 50 tahun ke atas disarankan mulai memperhatikan kesehatan prostat dan melakukan deteksi dini. Terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat.
Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS mengatakan pertambahan usia membuat pria semakin rentan mengalami pembesaran prostat sekaligus meningkatkan risiko berkembangnya kanker prostat.
"Jadi memang semakin tua, kita laki-laki sudah dikasih Tuhan akan ada kecenderungan untuk membesar prostatnya dan risiko menjadi kankernya memang makin besar, semakin tua," kata Andar dalam sesi temu media di Jakarta, dikutip Jumat (18/9/2026).
Menurut Andar, pembesaran kelenjar prostat dan kanker prostat sama-sama lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia. Risiko tersebut juga dapat dipengaruhi faktor keturunan.
BACA JUGA: Jangan Sepelekan Luka Gores dan Lecet, Begini Cara Merawat Luka agar Tak Infeksi
Pria yang memiliki anggota keluarga, khususnya ayah, dengan riwayat kanker prostat perlu lebih waspada. Faktor genetik tertentu, termasuk mutasi gen BRCA, juga dapat berperan dalam meningkatkan kejadian maupun tingkat keparahan kanker prostat.
"Mungkin kalau ada yang ayahnya sudah kena kanker prostat, itu sudah mulai harus hati-hati, harus segera skrining lebih awal," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.
Gaya Hidup Juga Berpengaruh
Selain usia dan faktor genetik, Andar menyebut sejumlah kondisi dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Di antaranya gaya hidup kurang aktif, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.
Kebiasaan tidak sehat seperti merokok, konsumsi makanan yang kurang sehat, termasuk seblak, serta minum alkohol juga disebut sebagai faktor yang perlu diperhatikan.
BACA JUGA: Anak Muntah dan Diare Setelah Makan, Keracunan atau Alergi? Ini Penjelasan IDAI
Di sisi lain, bertambahnya usia juga membuat banyak pria mengalami benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.
Andar menegaskan BPH bukan kanker. Namun, pembesaran prostat dapat mengganggu aliran urine karena kelenjar prostat yang membesar menekan saluran kemih.
Data yang dipaparkannya menunjukkan BPH memengaruhi sekitar 50 persen pria berusia 50-an. Angka tersebut meningkat hingga sekitar 90 persen pada pria berusia lebih dari 80 tahun.
Kenali Gejala Prostat Bermasalah
Gangguan akibat pembesaran prostat dapat muncul dalam bentuk gejala iritasi maupun obstruktif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
