Bankaltimtara

PPU Hari Ini, Kualitas Udara Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif

PPU Hari Ini, Kualitas Udara Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif

Kualitas udara di Kabupaten PPU kategori tidak sehat. Gambar dijepret di Taman Rozeline, Kecamatan Penajam.-Awal-Disway Kaltim

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) jadi perhatian serius. Berdasarkan IQAir pada Kamis 17 September 2026 siang, menunjukkan indeks kualitas udara masuk kategori ridak sehat bagi kelompok sensitif.

Data IQAir mencatatkan AQI⁺US Kabupaten PPU dengan angka 134. Polutan utama PM2.5 mencapai 49,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Meski aplikasi AQI menunjukkan warna jingga atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, hasil penghitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berada di angka 92 atau kategori sedang dengan warna biru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU, Kuncoro, mengonfirmasi bahwa stasiun pemantauan yang berlokasi di Hutan Kota Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, masih beroperasi normal dan terus mencatat data pergerakan kualitas udara secara real-time.

BACA JUGA:Pembangunan TPST Buluminung Senilai Rp117 Miliar Kembali Molor

"Posisi ISPU kita memang berada di angka 92. Angka ini mendekati batas atas kategori sedang, dan kami di dinas teknis mengacu pada standar ISPU resmi dari kementerian," ucap Kuncoro.

Menanggapi perbedaan angka antara AQI 134 dan ISPU 92, DLH PPU mengimbau warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan untuk mulai meningkatkan kewaspadaan.

"Langkah paling mendasar jika berada di luar ruangan adalah memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu," tegasnya.

Terkait wacana kebijakan khusus seperti peliburan aktivitas belajar mengajar di sekolah, Kuncoro menyebut opsi tersebut baru akan diambil apabila kondisi udara sudah masuk level ekstrem atau membahayakan. Saat ini, DLH PPU tengah berkoordinasi dengan instansi lintas sektor.

BACA JUGA:Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi, Polisi Sebut Peredaran Narkoba Menjangkau Seluruh Wilayah Samarinda

"Untuk penanganan dampak kesehatan dan langkah lanjutan, kami berkoordinasi dengan Dinas kesehatan serta sekretariat daerah. Nanti pembahasan internal Pemkab PPU akan mendalami kondisi ini, termasuk mengevaluasi jika ada perkembangan kualitas udara ke depan," tandasnya.

Sebagai informasi, kondisi tersebut muncul di tengah perhatian terhadap kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di PPU, dan umumnya Kaltim.

BACA JUGA:Listrik Samarinda Padam Hampir Tiap Hari, PLN: Cadangan Daya Terbatas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: