Bankaltimtara

Ini Bahaya Menghirup Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Pernapasan Menurut Ahli

Ini Bahaya Menghirup Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Pernapasan Menurut Ahli

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik ke beberapa wilayah.-Antara-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Erupsi Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di sekitarnya.

Warga pun saat ini banyak memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan agar tidak menghirup abu vulkanik tersebut.

Abu vulkanik adalah campuran dari mineral, bebatuan dan partikel kaca yang keluar waktu letusan gunung berapi.

Lalu, apa dampaknya bagi Kesehatan jika abu vulkanik terhirup. Dikutip Antara, Minggu, 6 September 2026, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahaya menghirup abu vulkanik bagi paru-paru dalam waktu yang lama.

BACA JUGA: 8 Bandara Ditutup Sementara, 373 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Prof. Tjandra menyampaikan, bahwa abu yang terhisap masuk ke paru dan saluran napas secara langsung akan dapat menyebabkan keluhan batuk dan iritasi tenggorokan.

Selain itu, terdapat pula risiko gangguan seperti bronkitis (bronchitis-like illnesses) dan juga perburukan pada mereka yang punya penyakit paru kronik seperti asma bronkiale dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Kemudian, kalau debu mengotori sumber air dan makanan maka dapat terjadi gangguan saluran cerna.

Prof. Tjandra mengatakan, pada keadaan ekstrem di mana kadar abu yang terhisap sangat banyak, utamanya pada mereka yang berada amat dekat dengan lokasi letusan- maka dapat saja terjadi keadaan asfiksia yang terasa seperti tercekik.

BACA JUGA: Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 24 Penerbangan dari dan Menuju Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Dibatalkan

Sebagai bentuk pencegahan, Tjandra memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan erupsi gunung dari pemerintah dan institusi resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi yang valid di area tempat tinggal masing-masing.

Menggunakan masker direkomendasikan untuk meminimalisasi perburukan kondisi, terutama bagi penderita penyakit paru kronik dan pihak yang tinggal di kawasan terpapar abu dengan intensitas yang mengkhawatirkan.

"Kalau abu cukup banyak jumlahnya bahkan ada anjuran menggunakan kacamata pelindung dan baju tangan panjang kalau sedang di luar rumah," ucap dia.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, perlu mengupayakan sesegera mungkin mencuci pakaian dengan bersih setibanya di rumah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: