Tren Baru Gen Z dan Alpha, Fenomena Offline Generation Mulai Menguat
Tren Baru Gen Z dan Alpha, Fenomena Offline Generation Mulai Menguat-istimewa-
NOMORSATUKALTIM - Generasi Z dan Alpha mulai menunjukkan kecenderungan kembali mencari pengalaman secara luring atau offline di tengah kehidupan yang semakin lekat dengan aktivitas digital.
Pakar pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Indonesia, Yuswohady, mengatakan kecenderungan tersebut terlihat dari meningkatnya kebutuhan generasi muda untuk mengurangi waktu di depan layar dan memperoleh pengalaman secara langsung.
“Sekarang ini saya melihat ada tren ke offline, terutama Gen Z dan Alpha. Karena mereka sudah mulai mengurangi screen time, mereka mulai mencari pengalaman offline,” kata Yuswohady, dilasir dari Antara.
Menurutnya, kecenderungan tersebut menjadi bagian dari perubahan perilaku konsumen setelah masyarakat melewati periode percepatan digitalisasi selama pandemi.
BACA JUGA:RUU Perampasan Aset Diusulkan Juga Sasar Pidana Narkotika hingga Kejahatan Perbankan
Saat itu, berbagai aktivitas berbasis online berkembang pesat dan membuat konsumen semakin terbiasa menggunakan layanan digital.
Namun, tingginya intensitas penggunaan kanal digital juga memunculkan kebutuhan terhadap pengalaman yang berbeda.
Bagi generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi, aktivitas secara langsung menjadi salah satu pilihan untuk berinteraksi dan menghabiskan waktu.
Yuswohady menyebut, fenomena tersebut sebagai “Offline Generation”, terutama di kalangan Gen Z dan Alpha.
BACA JUGA:Paser Raih Penghargaan Regional Kalimantan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan
“Jadi sekarang ini ada trend namanya Offline Generation. Gen Z dan Alpha itu mulai mengurangi screen time, kemudian mereka mencari pengalaman offline,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Yuswohady, tren tersebut tidak berarti generasi muda sepenuhnya meninggalkan kanal online.
Perilaku konsumen justru semakin beragam dengan pemanfaatan kanal online dan offline sesuai kebutuhan.
Fenomena tersebut juga terlihat dari berkembangnya sejumlah kawasan yang menjadi ruang berkumpul masyarakat, termasuk kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
