Bankaltimtara

UMKM di Kukar Didorong Manfaatkan Kuota Sertifikasi Halal Gratis

UMKM di Kukar Didorong Manfaatkan Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Kabid PUM Diskop UKM Kukar, Santi Effendi-Rahmat/Nomorsatukaltim-

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM— Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program sertifikasi halal gratis.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi mengatakan, pihaknya tengah memperkuat kolaborasi dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) untuk membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena Unikarta memiliki sumber daya yang telah mengantongi sertifikasi halal dan dapat mendukung proses pendampingan bagi pelaku UMKM.

“Program dari kami memang ada pendampingan halal teman-teman UMKM. Jadi, memang kita perlu kolaborasi dengan pihak Unikarta,” ucap Santi, Minggu, 30 Agustus 2026.

BACA JUGA: 500 Ribu Sertifikasi Halal Gratis Disiapkan untuk Pelaku UMKM

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi halal. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta juga dapat membantu pelaku UMKM dalam aspek pencatatan dan pengelolaan keuangan.

Ia mengatakan, sebelumnya mahasiswa Unikarta yang mengikuti Kuliah Kerja Usaha (KKU) telah terlibat dalam pendampingan UMKM.

Saat ini, kerja sama juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Agama Islam (FAI) yang memiliki sumber daya dengan kompetensi sertifikasi halal.

“Kalau FEB khusus ekonomi kita terkait UMKM-nya, pencatatannya, keuangannya. Makanya anak-anak yang kemarin KKU itu sama dengan kita dan sekarang dari FAI,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov Kaltim Minta UMKM Manfaatkan NIB untuk Perluas Pasar di Era Digital

Santi menjelaskan, program sertifikasi halal yang saat ini dibuka menyediakan kuota sebanyak 23.000 untuk pelaku usaha.

Program tersebut menjadi kesempatan bagi UMKM di Kukar untuk mendapatkan pendampingan sekaligus mengurus sertifikasi halal tanpa biaya melalui skema yang tersedia.

“Sehati itu sebanyak 23.000, dan hari ini sampai kemarin itu sudah terpakai. Sisa kuotanya 22.000,” kata Santi.

Dengan masih besarnya kuota yang tersedia, Diskop Kukar mulai menggerakkan tenaga pendamping atau teman-teman di lapangan untuk mengidentifikasi UMKM yang berminat mengikuti program tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: