Bankaltimtara

Balikpapan Catat 31 Kasus Kebakaran Lahan, Pepelingasih Desak Usut Sumber Api

Balikpapan Catat 31 Kasus Kebakaran Lahan, Pepelingasih Desak Usut Sumber Api

Penanganan kebakaran lahan yang ada di Kota Balikpapan.-(Foto/ Istimewa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM -  Kasus kebakaran lahan di Balikpapan terus bertambah. Hingga 25 Agustus 2026, BPBD Kota Balikpapan mencatat 31 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 16 hektare.

Data Pusdalops BPBD Kota Balikpapan per 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA menunjukkan terdapat 6 kebakaran lahan tambahan dalam 2 hari terakhir.

Sebelumnya, hingga 22 Agustus 2026, tercatat 25 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 13,9 hektare (ha).

"BPBD Kota Balikpapan mencatat sebanyak 31 kejadian kebakaran lahan di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2026 hingga pembaruan data pada 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, Rabu (26/8/2026).

BACA JUGA: Si Jago Merah Mengamuk di Balikpapan Tengah, Anak 4 Tahun Terjebak dan Alami Luka Bakar Serius

Balikpapan Utara menjadi kecamatan dengan jumlah kebakaran lahan terbanyak, yakni 10 kasus. Sebanyak 6 kejadian berada di Kelurahan Graha Indah dan 4 lainnya di Karang Joang.

Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur masing-masing mencatat 9 kejadian. Sementara Balikpapan Tengah terdapat 3 kasus yang seluruhnya terjadi di Kelurahan Gunung Sari Ulu.

Di Balikpapan Selatan, kebakaran lahan terjadi 4 kali di Sepinggan, 2 kali di Sepinggan Baru, serta masing-masing satu kejadian di Sepinggan Raya, Damai Baru, dan Gunung Bahagia.

Adapun di Balikpapan Timur, Manggar menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 6 kejadian. Selanjutnya Lamaru mencatat 2 kasus dan Manggar Baru satu kasus.

BACA JUGA: Anak 4 Tahun Korban Kebakaran di Gang Buntu Balikpapan Akhirnya Meninggal

Usman mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran lahan.

Di tengah peningkatan kasus tersebut, DPD Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kalimantan Timur meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman.

Ketua Pepelingasih Kaltim, Rifki Ade Putra, mendesak pemerintah dan aparat mengusut sumber api serta pihak yang bertanggung jawab atas setiap kejadian kebakaran.

Menurut Rifki, peningkatan kasus kebakaran harus menjadi momentum untuk memperkuat pencegahan sekaligus penyelidikan. Kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, satwa, kualitas udara, dan ekosistem.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: