Kaltim Tak Kebal Gempa, 3 dari 5 Sesar Jadi Perhatian BMKG
Peta salah satu sesar Mangkalihat.-Dok/BMKG-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Kalimantan Timur (Kaltim) tidak bisa sepenuhnya mengandalkan kondisi wilayahnya yang selama ini relatif jarang diguncang gempa besar.
Di balik karakter tersebut, terdapat jaringan sesar yang menjadi sumber kegempaan di Pulau Kalimantan.
Dari 5 sesar yang teridentifikasi, 3 di antaranya berada di kawasan yang berkaitan langsung dengan potensi kegempaan Kaltim bagian utara, yakni Sesar Tarakan, Mangkalihat, dan Sangkulirang.
Ancaman juga datang dari kawasan Laut Sulawesi yang memiliki sumber gempa dengan kekuatan besar.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kalimarau Berau, Ade Heryadi menyebut, kelima sesar tersebut merupakan bagian dari struktur tektonik yang perlu diperhitungkan dalam melihat potensi kegempaan di Kalimantan.
BACA JUGA: Gempa M5,2 Kembali Guncang NTT, BMKG Ingatkan Waspada Gempa Susulan
Sesar Adang memiliki karakter berbeda karena merupakan sesar purba yang memanjang dari Pontianak, Kalimantan bagian barat, hingga wilayah Kaltim.
Sementara di bagian utara Kaltim, 3 sesar menjadi sumber kegempaan yang perlu diperhitungkan bersama sumber gempa dari kawasan Laut Sulawesi.
“Untuk wilayah Kalimantan Timur bagian utara, potensi kegempaan bisa berasal dari aktivitas 3 sesar tersebut. Ditambah adanya subduksi di utara Sulawesi,” katanya.
Bagi Berau, ancaman dari laut menjadi perhatian tersendiri karena sejumlah sumber gempa di Laut Sulawesi berpotensi memberikan dampak hingga wilayah tersebut.
BACA JUGA: BMKG Sebut Sesar Mangkalihat dan Sangkulirang Jadi Sumber Potensi Gempa di Berau
Sumber yang diperhitungkan antara lain North Sulawesi Megathrust dengan potensi magnitudo 8,5, Palu-Koro 7,4, dan Maratua 7,5.
Namun, angka magnitudo tidak serta-merta menggambarkan kekuatan guncangan yang akan dirasakan masyarakat. Kondisi lokasi sumber gempa, kedalaman, hingga jaraknya dari permukiman turut menentukan dampak di permukaan.
“Besaran dampak yang menimbulkan guncangan tergantung dari sumber gempa baik dari jarak dan kedalamannya,” jelas Ade.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
