Obesitas Bukan Sekadar Soal Berat Badan, Waspada Risiko Gangguan Kesehatan
Obesitas Bukan Sekadar Soal Berat Badan, Waspada Risiko Gangguan Kesehatan-Istimewa-
NOMORSATUKALTIM — Obesitas bukan sekadar persoalan ukuran tubuh atau penampilan. Kondisi tersebut merupakan penyakit yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan.
Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan Obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin yang kemudian berkaitan dengan berbagai penyakit, mulai dari diabetes, hipertensi, peningkatan kadar kolesterol, gangguan pembuluh darah, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
"Obesitas itu adalah suatu penyakit yang disebabkan karena berbagai faktor sehingga penanganannya juga tidak bisa hanya dengan makannya dikurangi, nasinya dikurangi, jangan makan nasi," ujar Dante, dikutip dari Antara pada Minggu (16/8/2026).
Menurut Dante, kompleksitas penyebab obesitas membuat penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
BACA JUGA:Melirik Tenun ATBM sebagai Penggerak Ekonomi dan Identitas Daerah
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit penyerta untuk mulai memperhatikan perubahan berat badan.
"Yang penting adalah jangan menunggu sakit dulu," kata Erwin.
Ia menjelaskan, kenaikan berat badan yang terus berlangsung dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, terutama jika mulai disertai perubahan pada kondisi tubuh.
Salah satu indikator yang dapat diamati adalah lingkar perut. Erwin menyebut lingkar perut 90 sentimeter pada laki-laki dan 80 sentimeter pada perempuan perlu menjadi perhatian.
BACA JUGA:7 Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas dengan Bahan Sederhana
Perubahan ukuran pakaian juga dapat menjadi tanda awal adanya peningkatan berat badan.
"Kalau Anda tiba-tiba pakai baju, kok lengannya jadi sempit, perutnya kok jadi sempit? Nah, itu harus hati-hati," ujarnya.
Setelah menyadari adanya perubahan tersebut, masyarakat dapat mulai melakukan pemeriksaan berat badan dan lingkar perut. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan Kementerian Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
