Bankaltimtara

MBG Picu Inflasi di Samarinda, Harga Ayam Ikut Naik

MBG Picu Inflasi di Samarinda, Harga Ayam Ikut Naik

Pedagang ayam di kawasan Pasar Segiri.-Ari/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemkot Samarinda memperkuat pengendalian harga pangan setelah inflasi tahunan atau year on year (yoy) meningkat dari 3,55 persen menjadi 3,77 persen. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Tepian.

Wakil Wali Kota Samarinda,Saefuddin Zuhri mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menjadi pijakan utama pemerintah dalam menentukan langkah pengendalian inflasi

Pemerintah perlu mengetahui penyebab perubahan harga sebelum menentukan intervensi yang tepat terhadap komoditas yang mengalami kenaikan.

BACA JUGA:Teras Samarinda II Bakal Dibuka 1 September 2026, Pihak Ketiga Dipersilakan Masuk

Dari sisi komoditas, daging ayam ras menjadi salah satu bahan pangan yang berulang kali memberikan tekanan terhadap inflasi Samarinda. 

Kenaikan permintaan terjadi seiring kembali aktifnya kegiatan sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur sekolah.

Meski permintaan meningkat, ketersediaan daging ayam ras di Samarinda masih tergolong aman. 

Stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 15 ton, dengan pasokan rutin sekitar 60 ton setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Angka inflasi harus kita baca berdasarkan data yang akurat, sehingga kita bisa mengetahui komoditas apa saja yang memberikan tekanan dan apa penyebab kenaikannya,” kata Saefuddin Zuhri.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur juga mencatat sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga pada minggu pertama Agustus. 

BACA JUGA:Pembangunan Jarigan Gas Samarinda Hampir Rampung, Pemkot Minta Penambahan Kuota

Harga cabai merah keriting meningkat dari Rp45.700 menjadi Rp50.500 per kilogram.

Cabai rawit merah juga mengalami kenaikan dari Rp36.200 menjadi Rp41.700 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah bergerak dari Rp34.500 menjadi Rp35.500 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: