MBG Picu Inflasi di PPU, Harga Ayam Ikut Naik
Pelaksanaan program MBG di salah satu sekolah di PPU. -Awal/Disway Kaltim-
PPU, NOMORSATUKALTIM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PPU memberikan dampak langsung terhadap dinamika harga pangan lokal.
Badan Pusat Statistik (BPS) PPU mencatat, lonjakan permintaan bahan makanan dari program tersebut turut mendorong inflasi pada komoditas daging ayam ras.
Hingga memberikan andil sebesar 0,31 persen secara month-to-month (MtM) pada Juli 2026.
Kepala BPS Kabupaten PPU, Suko Haryono mengatakan inflasi secara umum di Benuo Taka masih berada dalam taraf terkendali.
BACA JUGA:Inovasi Pemasaran Hasil Perikanan di PPU, Kemas dengan Bumbu dan Siap Goreng
Namun, peningkatan permintaan bahan pokok secara masif dalam kurun waktu singkat menjadi salah satu pemicu utama pergerakan harga di tingkat konsumen.
"Program MBG yang berjalan di PPU pada 2026 ini secara nyata mendorong permintaan dari masyarakat, khususnya untuk kelompok makanan dan minuman."
"Peningkatan permintaan ini tentu memberikan andil terhadap tekanan inflasi," kata Suko, Senin 10 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pemkab PPU Kucurkan Rp1,9 Miliar untuk 800 Sambungan Air Bersih Gratis Bagi Warga Kurang Mampu
Berdasarkan hasil pencatatan BPS PPU per Juli 2026, angka inflasi MtM Kabupaten PPU tercatat sebesar 0,28 persen.
Dari angka tersebut, komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang atau pemegang andil inflasi terbesar.
Suko menjelaskan, terdapat 10 komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi bulanan di PPU sepanjang Juli 2026.
Selain daging ayam ras, komoditas lain yang turut mengalami penyesuaian harga di antaranya: ikan tongkol, ikan layang, ikan kembung, terong, kangkung, bayam, bawang putih, bensin, serta bahan bakar rumah tangga.
"Untuk inflasi bulan ke bulan, komoditas daging ayam ras memberikan andil paling dominan, yakni sebesar 0,31 persen," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
