Bankaltimtara

Samarinda Masih Punya 25 Ribu Warga Produktif yang Pengangguran

Samarinda Masih Punya 25 Ribu Warga Produktif yang Pengangguran

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat hadir dalam gelaran Mahakam Job Fair.-(Foto/ Istimewa)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Samarinda mengalami penurunan pada 2025. Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda mencatat masih ada sekitar 25 ribu warga usia produktif yang belum bekerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan TPT Samarinda turun dari 5,75 persen pada 2024, menjadi 5,31 persen pada 2025. 

Penurunan tersebut dinilai sebagai capaian positif di tengah tantangan dunia kerja yang terus berkembang, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperluas program peningkatan keterampilan masyarakat.

"Kapasitas masyarakat usia produktif kita sekitar 95 persen sudah bekerja. Adapun sisa angkatan kerja yang belum tercatat bekerja namun berada dalam usia produktif berada di kisaran 25.000 orang," ujar Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, Senin, 27 Juli 2026.

BACA JUGA: Pemangkasan Produksi Batu Bara Bisa Timbulkan Dampak Berantai, Kaltim Waspadai Peningkatan Pengangguran

BACA JUGA: TPT Samarinda Terus Turun Sejak 2020, Pengangguran Perempuan Masih Jadi Tantangan

Yuyum menjelaskan, angka tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat usia produktif telah terserap ke dunia kerja. Namun, pemerintah tetap memandang jumlah warga yang belum bekerja masih cukup besar sehingga membutuhkan langkah strategis untuk meningkatkan kesempatan kerja.

"Alhamdulillah data BPS mencatat ada penurunan TPT sebesar 0,40 persen, dari 5,75 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen. Penurunan ini merupakan capaian yang lumayan besar jika dilihat dari kapasitas jumlah penduduk kita," jelasnya.

Menurut Yuyum, keberhasilan menurunkan angka pengangguran tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja, tetapi juga hasil dari berbagai program yang dijalankan Disnaker bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Disnaker Samarinda kini memperluas fokus program dengan memperkuat sektor pekerjaan informal melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar warga memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha mandiri tanpa harus bergantung pada lapangan pekerjaan formal.

BACA JUGA: DPRD Minta Job Fair Benar-Benar Kurangi Angka Pengangguran

BACA JUGA: Selain Tambang, 3 Sektor Ini Dominasi Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota di Kaltim

Melalui Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas (Latas), Disnaker menyelenggarakan berbagai pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar serta minat masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sekaligus membuka peluang usaha baru.

"Sebagaimana arahan Bapak Wali Kota, kami tidak hanya fokus pada pekerjaan formal, tetapi juga informal. Pelatihan-pelatihan terus kita jalankan, dan saat ini sudah terealisasi sebanyak enam batch pelatihan informal untuk membekali warga agar bisa berdikari," ungkap Yuyum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: