Bankaltimtara

Cuaca Buruk Mengintai, Life Jacket di Pelabuhan Penajam Justru Krisis

Cuaca Buruk Mengintai, Life Jacket di Pelabuhan Penajam Justru Krisis

Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi Penajam- Balikpapan laut diminta memakai life jacket.-istimewa-

PPU, NOMORSATUKALTIM - Memasuki siklus musim selatan yang rawan cuaca buruk, keselamatan di transportasi air menjadi perhatian Pemkab PPU. 

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, meminta untuk sama-sama memperhatikan keselamatan berlayar. 

Baik itu penyedia atau pengguna speedboat maupun klotok di Pelabuhan Penajam.

Hal ini dilakukan seiring dengan prediksi BMKG mengenai mulainya musim selatan yang berpotensi memicu gelombang tinggi di lintasan Penajam–Kampung Baru hingga awal November mendatang.

BACA JUGA:Desa Girimukti Jadi Pionir KDMP di PPU, Targetkan Multiplier Effect untuk Wilayah Sekitar

"Musim selatan diperkirakan berlangsung hingga awal November, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada pertengahan hingga akhir Agustus. Kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif dan gelombang laut bisa meningkat sewaktu-waktu. Kami tidak ingin kecolongan," katanya, Senin 20 Juli 2026.

Waris juga mengungkap sebuah fakta mengejutkan terkait ketersediaan fasilitas keselamatan di dermaga, saat melakukann pemantauan pekan lalu. 

Dari ratusan unit life jacket atau jaket pelampung yang sebelumnya disediakan pemerintah, kini jumlahnya menyusut drastis dan hanya tersisa sekitar 30 unit saja, terjadi krisis jumlahnya saat ini.

Diduga, banyak jaket pelampung yang terbawa oleh penumpang atau tidak dikembalikan ke tempat semula setelah digunakan. 

BACA JUGA:Kabar Gembira! Pelajar MI dan MTs di PPU Kini Ikut Tersentuh KPC

Terkait hal ini, Waris memberikan imbauan menyentuh hati kepada masyarakat.

Masyarakat dan operator angkutan diminta saling menjaga fasilitas keselamatan yang ada. Katanya, setelah sampai di tujuan, penumpang wajib melepas dan mengembalikan life jacket kepada petugas.

"Pengembalian pelampung sangat penting agar fasilitas tersebut bisa langsung digunakan oleh penumpang di trip berikutnya," terangnya.

Dirinya mengingatkan, laut tidak pernah bisa ditebak. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: