Bankaltimtara

Komisi III DPRD Kaltim Soroti RSUD Tanjung Redeb, 8 Bulan Rampung Tapi Minim Alkes

Komisi III DPRD Kaltim Soroti RSUD Tanjung Redeb, 8 Bulan Rampung Tapi Minim Alkes

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya'diah soroti sarana prasarana pendukung RSUD Tanjung Redeb.-(Disway Kaltim/ Mayang Sari)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Komisi III DPRD Kalimantan Timur menyoroti belum berjalannya operasional RSUD Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. 

Meski gedung rumah sakit baru telah rampung sekitar delapan bulan lalu, layanan belum berjalan. Salah satunya karena masih minim alat kesehatan (alkes), sarana penunjang dan tenaga medis.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya'diah, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memberikan dukungan anggaran agar kebutuhan operasional rumah sakit segera terpenuhi. 

Menurutnya, pembangunan fisik harus diikuti dengan kelengkapan fasilitas sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

BACA JUGA: Pemkab Berau Belum Bisa Pastikan Operasional RSUD Tanjung Redeb, Akui Masih Ada Penyempurnaan

"Rumah sakit Tanjung Redeb itu juga perlu dibantu sarana dan prasarananya supaya bisa segera beroperasi," ujar Syarifatul saat dihubungi, Kamis, 16 Juli 2026.

Politikus Golkar itu berharap dukungan anggaran dapat dialokasikan melalui APBD Perubahan maupun APBD tahun berikutnya apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.

"Mudah-mudahan Pemprov Kaltim bisa menindaklanjuti dengan menganggarkan di tahun depan atau di APBD Perubahan. Paling tidak ada bantuan supaya rumah sakit itu bisa cepat beroperasi," katanya.

Selain minimnya alat kesehatan, Syarifatul juga menyoroti keterbatasan layanan hemodialisis atau cuci darah di Berau

BACA JUGA: DPUPR Berau Beberkan Perbaikan RSUD Tanjung Redeb Usai Tinjauan Bupati

Menurutnya, fasilitas dan sumber daya manusia yang belum memadai membuat banyak pasien masih harus dirujuk ke luar daerah.

"Kami juga masih kekurangan hemodialisis. Pasien di Berau ini masih banyak yang berobat ke Balikpapan, Samarinda, bahkan Tarakan. Mesin yang ada juga belum maksimal karena SDM-nya kekurangan," ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan layanan kesehatan di Berau agar masyarakat tidak lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis.

Syarifatul juga berharap RSUD Tanjung Redeb segera beroperasi dengan dukungan alat kesehatan, fasilitas penunjang, dan tenaga kesehatan yang memadai. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait