Cuaca Ekstrem Intai Perairan Balikpapan-PPU, Operator Penyeberangan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Operator kapal penyeberangan di Teluk Balikpapan diminta meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. -(Disway Kaltim/ Achmad Syamsir Awal)-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Ancaman cuaca ekstrem dan gelombang tinggi diprediksi akan mengintai perairan Teluk Balikpapan hingga September mendatang.
Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan penumpang transportasi laut, sementara otoritas terkait meminta seluruh pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Perairan Teluk Balikpapan dimanfaatkan sebagai transportasi laut dua wilayah tenggara Kaltim yang saling berdekatan, yakni Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Masyarakat dapat memanfaatkan pelbagai jenis transportasi tersedia, seperti klotok, speedboat maupun feri untuk melintas.
BACA JUGA: BPBD: Gelombang Tinggi di Perairan Balikpapan Diprediksi Berlanjut hingga September
BACA JUGA: BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi di Pesisir Balikpapan, Dipengaruhi Siklon Tropis Buffy
"Akhir-akhir ini gelombang tinggi, saya naik klotok dari PPU ke Balikpapan dan sangat terasa kapal goyang (miring kanan-kiri), saya sering merasa mual atau mabuk laut," kata salah seorang penumpang klotok, Yuni, Rabu 15 Juli 2026.
Dia mengatakan, sangat sering memanfaatkan tranportasi laut saat hendak berangkat kerja ke Kota Balikpapan. Berdasarkan pengalamannya, ombak besar sangat terasa jelang sore hingga petang.
"Kerja di Balikpapan, jadi hampir tiap pekan nyeberang bolak-balik," ungkap Yuni.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PPU mengimbau seluruh masyarakat maupun operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA: Gelombang Laut Tinggi, BPBD Bontang Ingatkan Potensi Banjir Rob
BACA JUGA: Rumah di Pesisir Pantai Balikpapan Roboh Dihantam Gelombang Besar, 17 Warga Terdampak
Kepala Dishub Kabupaten PPU, Agus Dahlan, mengatakan penggunaan jaket keselamatan merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi rute penyeberangan PPU-Balikpapan pulang-pergi (PP).
"Sebenarnya pemakaian life jacket itu bukan saja dilaksanakan pada saat musim gelombang atau cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Tetapi kami harapkan masyarakat dan motoris kelotok maupun speedboat selalu menyiapkan dan menggunakan fasilitas keselamatan tersebut. Ini demi keselamatan kita bersama," ucap Agus, saat memantau Pelabuhan Penajam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
