Bankaltimtara

IHSG Diawali dengan Zona Hijau, Menguat 17,50 Poin

IHSG Diawali dengan Zona Hijau, Menguat 17,50 Poin

IHSG BEI, Senin, 6 Juli 2026 pagi menguat.-Ilustrasi/Antara-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 6 Juli 2026 pagi bergerak menguat seiring optimisme pelaku pasar global terhadap sikap dovish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Dovish adalah sikap bank sentral atau pembuat kebijakan yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja daripada mengendalikan tingkat inflasi.

IHSG dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.893,28. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,30 poin atau 0,22 persen ke posisi 583,08.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, sentimen domestik masih dibayangi defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari ini 6 Juli 2026 Stagnan, Cek Juga Harga Emas UBS dan Galeri24 di Sini!

"Kontraksi aktivitas manufaktur, serta peringatan Fitch Ratings terkait penurunan cadangan devisa," ujarnya dikutip dari Antara, Senin, 6 Juli 2026.

Sedangkan dari mancanegara, Liza menjelaskan, sentimen pasar global cenderung positif setelah data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari ekspektasi, yang memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Menurut dia, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan posisi pada aset berisiko.

Selanjutnya, arah pasar dalam jangka pendek akan tergantung pada data ekonomi yang dirilis, diantaranya ISM Services PMI AS, risalah FOMC The Fed, serta data inflasi China.

BACA JUGA: APBD Kaltim 2027 Diproyeksikan Rp12,1 Triliun, KUA-PPAS Masuk Pembahasan DPRD Juli Pekan Ketiga

Liza menjelaskan fokus pelaku pasar tertuju pada perkembangan negosiasi dagang antara AS dan Uni Eropa, serta potensi dampak kebijakan tarif terhadap sektor manufaktur global.

Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah terus mereda setelah negosiasi damai antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terus pulih, sementara ekspor minyak Arab Saudi telah kembali sekitar 90 persen dari level sebelum konflik.

"Perkembangan tersebut membantu menekan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global," ujar Liza.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara