Pembenahan Stadion Segiri Dikebut Jelang Laga AFC
Pertandingan Borneo FC di Stadion Segiri.-Ari Rachiem-Disway Kaltim
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pembenahan Stadion Segiri terus dikebut untuk memenuhi standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjelang pertandingan kompetisi antarklub Asia musim 2026/2027.
Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini memfokuskan perhatian pada peningkatan sistem pencahayaan yang masih menjadi pekerjaan utama setelah inspeksi AFC.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin, progres pembenahan kini memasuki tahap koordinasi dan kajian teknis.
Salah satu opsi yang dibahas adalah memindahkan sebagian lampu Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri.
"Harus ada koordinasi ulang antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota melalui Disporapar serta PUPR, karena ini menyangkut lampu stadion," kata Muslimin, Minggu 5 Juli 2026.
BACA JUGA:Jelang Porprov VIII Kaltim, Tim Anggar Paser Berlatih dengan Fasilitas Seadanya
Ia menjelaskan, koordinasi lintas instansi diperlukan karena proses pemindahan lampu tidak sekadar memindahkan peralatan dari satu stadion ke stadion lainnya.
Seluruh komponen harus dipastikan sesuai dengan kondisi konstruksi Stadion Segiri sehingga aman digunakan dalam jangka panjang.
Menurut Muslimin, pencahayaan Stadion Segiri saat ini berada di kisaran 1.000 lux. Angka tersebut masih berada di bawah kebutuhan pertandingan internasional yang memerlukan pencahayaan sekitar 1.500 hingga 1.600 lux sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 600 lux.
"Beban setiap lampu berbeda karena merek dan spesifikasinya juga berbeda. Ini harus dianalisis agar tidak menimbulkan risiko terhadap struktur tiang," jelasnya.
BACA JUGA:31 Perkumpulan Renang dari Berbagai Daerah Perebutkan Juara Paser Open 2026
Selain kekuatan tiang, pemerintah juga akan mengevaluasi kondisi jaringan kabel, sistem distribusi listrik, serta instalasi pendukung lainnya.
Kajian tersebut dilakukan agar lampu yang nantinya dipasang mampu bekerja maksimal tanpa menimbulkan persoalan teknis ketika stadion digunakan menggelar pertandingan internasional.
Muslimin mengatakan Disporapar Samarinda telah mengusulkan rapat bersama yang melibatkan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur, Dinas PUPR Kota Samarinda, Dispora Kalimantan Timur, dan Disporapar Samarinda. Rapat tersebut diharapkan menghasilkan keputusan teknis yang dapat segera ditindaklanjuti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
