Update WFH Samarinda: BBM Diklaim Hemat 1.000 Liter, Listrik Turun Rp24 Juta
WFH Samarinda diklaim menghemat 1.000 liter BBM, listrik Rp24 juta, dan tingkat kepatuhan ASN kini mencapai 93 persen.-(Ilustrasi/ Istimewa)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengklaim kebijakan Work From Home (WFH) mulai menunjukkan dampak terhadap efisiensi penggunaan energi.
Berdasarkan data terbaru, setiap pelaksanaan WFH mampu menghemat sekitar 1.000 liter bahan bakar minyak (BBM) dan menurunkan tagihan listrik pemerintah hingga Rp24 juta, dengan tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) mencapai 93 persen.
Capaian tersebut dipantau melalui dashboard digital yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda sejak kebijakan WFH diluncurkan pada 17 April 2026.
Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin mengatakan sistem tersebut kini telah berjalan stabil dan menjadi pusat pemantauan pelaksanaan WFH secara real time.
BACA JUGA: Andi Harun Sebut WFH ASN Samarinda Hemat BBM 1.900 Liter per Hari
Kepala daerah, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, hingga masyarakat dapat memantau pelaksanaan WFH tanpa lagi bergantung pada laporan manual dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
"Awalnya memang masih sering rapat evaluasi karena ada beberapa kebutuhan data yang perlu disesuaikan. Tetapi dalam dua minggu terakhir sudah tidak ada lagi permintaan perbaikan," kata Suparmin, pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, dashboard digital itu dirancang untuk menggantikan proses pelaporan manual yang selama ini dilakukan setiap OPD ketika kebijakan WFH diterapkan.
Seluruh aktivitas ASN yang bekerja dari rumah kini terekam secara otomatis, mulai dari kehadiran, laporan pekerjaan, hingga rekapitulasi kinerja. Data tersebut dapat diakses dalam berbagai format sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
BACA JUGA: ASN Samarinda WFH Tiap Jumat, Kerja Diawasi Melalui Dashboard Real Time
Selain meningkatkan efisiensi administrasi, sistem juga mencatat penghematan energi.
Berdasarkan data Diskominfo, pelaksanaan WFH setiap Jumat mengurangi konsumsi sekitar 1.000 liter BBM yang sebelumnya digunakan sekitar 850 ASN untuk perjalanan menuju kantor.
Pengurangan penggunaan BBM itu juga berdampak pada lingkungan. Berdasarkan hasil konversi sistem, penghematan tersebut setara dengan penurunan emisi karbon sekitar 4.000 kilogram setiap kali WFH diberlakukan.
Efisiensi juga terlihat dari penggunaan listrik di lingkungan perkantoran. Diskominfo mencatat penurunan tagihan listrik sebesar Rp24 juta, berdasarkan perbandingan tagihan bulanan yang diunggah masing-masing OPD ke dalam sistem.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
