Bankaltimtara

Harga TBS Sawit di Kukar Kembali Menguat, Capai Rp 3.300 per Kilogram

Harga TBS Sawit di Kukar Kembali Menguat, Capai Rp 3.300 per Kilogram

Ilustrasi petani sawit di Kaltim.-Disbun Kaltim-

KUKAR, NOMORSATUKALTIM— Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kukar kembali naik.

Saat ini, harga TBS petani plasma maupun sebagian petani nonmitra telah menyentuh angka Rp 3.300 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara (Disbun Kukar), Muhammad Taufik, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga sawit melalui laporan harian yang diterima dari berbagai wilayah.

"Setiap hari ada pelaporan harga. Alhamdulillah sekarang sudah kembali naik. Yang sebelumnya sempat berada di angka Rp 2.500 per kilogram, kini sudah kembali ke kisaran Rp 3.100 hingga Rp 3.300 per kilogram," ucapnya, Kamis 25 Juni 2026.

BACA JUGA:DPRD Kukar Beri Waktu 14 Hari untuk Mediasi Sengketa Lahan di Muara Kaman

Menurut Taufik, harga TBS dari koperasi yang bermitra dengan perusahaan atau yang dikenal sebagai kebun plasma masih bertahan di angka Rp 3.300 per kilogram dan dinilai cukup stabil.

Sementara itu, harga TBS petani nonmitra juga mulai membaik. 

Berdasarkan data per 25 Juni 2026, harga nonmitra berkisar antara Rp 3.070 hingga Rp 3.400 per kilogram, tergantung wilayah dan kualitas hasil panen.

"Rata-rata harga nonmitra sekarang sudah berada di angka Rp 3.100, Rp 3.200, bahkan ada yang mencapai Rp 3.400 per kilogram. Hampir sama dengan harga plasma," kata Taufik.

Ia menjelaskan, penguatan harga TBS tidak terlepas dari kondisi pasar global, terutama stabilitas harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO).

BACA JUGA:Kukar Genjot Hilirisasi Sawit, 186 Ribu Hektare Perkebunan Jadi Modal Besar Daerah

"Faktor yang paling memengaruhi adalah harga CPO dan PKO. Dari laporan yang kami terima, harga CPO dunia relatif stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. Itu yang kemudian berdampak positif terhadap harga TBS di tingkat petani," ujarnya.

BACA JUGA:Mitigasi Iklim Melalui Perkebunan Sawit Berkelanjutan, Kukar Susun RAD KSB 2025–2029

Selain harga komoditas internasional, nilai tukar dolar Amerika Serikat yang masih tinggi juga turut menopang kinerja industri sawit nasional, termasuk di Kutai Kartanegara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: