Sensus Ekonomi di Bontang Dimulai, Pengusaha Digital juga Disasar
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memakaikan rompi seragam petugas sensus.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bontang dimulai. Sensus itu akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026. Tim sensus akan mendatangi pelaku usaha mulai dari toko besar hingga UMKM.
Sebanyak 142 petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang diterjunkan ke lapangan yang terdiri dari 125 pendata dan 17 pengawas.
Mereka akanbekerja secara door to door. Hal itu untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat tercatat.
Kepala BPS Bontang, Nur Wahid mengatakan, metode door to door dipilih agar pendataan benar-benar menyentuh seluruh lapisan ekonomi, termasuk yang selama ini tidak terlihat.
BACA JUGA: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai 15 Juni, BPS Kerahkan 586 Petugas di Kukar
“Bukan hanya usaha yang tampak seperti toko atau warung, tapi juga kegiatan ekonomi dari rumah. Seperti jualan online atau usaha kecil yang dijalankan secara informal,” katanya, Senin, 15 Juni 2026.
Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya menangkap realitas baru perekonomian yang terus berkembang.
Sebab, di era digital saat ini, banyak pelaku usaha yang tidak memiliki tempat usaha fisik, tetapi mereka tetap aktif bertransaksi dan berkontribusi pada ekonomi.
Ia menjelaskan, jika saat kunjungan pertama pelaku usaha tidak berada di tempat, maka petugas tidak akan langsung mencoret. Mereka akan kembali melakukan pendataan di lain waktu.
BACA JUGA: 264 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Paser Mulai Pendataan Door to Door
Bahkan, proses ini diberikan waktu hingga 45 hari agar tidak ada yang terlewat. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau belum sempat didata, petugas akan datang kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menekankan, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan.
Menurutnya, sensus ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16/1997 tentang Statistik yang wajib dilaksanakan setiap 10 tahun.
Tahun ini, menjadi sensus ekonomi kelima setelah pelaksanaan sebelumnya pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
