Pertalite dan Solar Subsidi Cepat Habis, Pertamina Minta Pemerintah Turun Tangan
Antrean pembelian BBM di SPBU Tanjung Laut Bontang-Michael Fredy Yacob-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM – PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menerbitkan surat edaran (SE) terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar.
Upaya tersebut bertujuan mencegah penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran sekaligus menghindari potensi kebocoran distribusi.
Usulan itu muncul menyusul cepat habisnya stok BBM subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bontang. Padahal, setiap SPBU mendapatkan pasokan sekitar 8 ribu liter BBM subsidi setiap hari.
Branch Manager SBM Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan pembatasan pembelian BBM subsidi perlu diperkuat melalui regulasi yang diterbitkan pemerintah daerah.
BACA JUGA: Aliansi Balikpapan Bergerak Soroti Efek Domino Kenaikan BBM, Siapkan Aksi Long March ke DPRD
Menurutnya, aturan tersebut dapat mengacu pada Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 510/7664/EK/2022 tentang Menjaga Stabilitas Ketersediaan Pasokan BBM Jenis Tertentu (JBT/Solar) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/Pertalite) di Kalimantan Timur.
“Kan jadi pertanyaan, kok bisa 8 ribu liter habis dalam sehari di satu SPBU. Kalau kami menyarankan ada SE turunan dari Pemkot. Karena kewenangan pembatasan ada di pemerintah daerah,” ujar Hermawan, Sabtu (13/6/2026).
Dalam aturan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut, pembelian Pertalite untuk kendaraan pribadi roda empat dibatasi maksimal 40 liter per hari.
Kendaraan angkutan roda empat diperbolehkan membeli hingga 60 liter per hari, sedangkan kendaraan roda enam atau lebih dibatasi maksimal 120 liter per hari.
BACA JUGA: Update Harga BBM di Kaltim, 10 Juni 2026, Pertamax Melonjak Rp4.050/Liter
Sementara itu, pembelian Solar subsidi diwajibkan menggunakan Fuel Card. Adapun pembelian Pertalite dilakukan melalui aplikasi MyPertamina. Untuk kendaraan roda dua, pembelian BBM subsidi dibatasi maksimal lima liter per hari.
Hermawan menegaskan pasokan BBM subsidi untuk Kota Bontang saat ini masih dalam kondisi aman. Seluruh SPBU tetap mendapatkan suplai rutin setiap hari dari depot Pertamina.
Namun demikian, pengaturan distribusi di tingkat SPBU perlu diperkuat agar BBM subsidi tidak disalahgunakan untuk kepentingan komersial maupun dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Di Berau sudah berjalan surat edarannya. Bontang bisa mengikuti. Pembatasan harus ada supaya tidak menciptakan antrean yang berulang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
