Bripka Dedy Terduga 'Sniper' Jaringan Narkoba Gang Langgar Samarinda Resmi Dipecat
Bripka Dedy Wiratama, mantan personel Satbrimob Polda Kaltim yang kini berstatus tersangka dalam pengungkapan kasus narkotika di Gang Langgar, Samarinda.-(Dok. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Bripka Dedy Wiratama, anggota Satbrimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi tersangka kasus jaringan narkoba Gang Langgar, Samarinda, resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari institusi Polri.
Pemecatan tersebut dilakukan setelah Bripka Dedy dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran etik berupa penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Di saat yang sama, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri juga mendalami perannya dalam jaringan peredaran Narkoba di Gang Langgar.
Bripka Dedy diduga bertugas sebagai pengawas lapangan atau "sniper" yang memantau situasi di sekitar kawasan transaksi narkotika.
Kanit 3 Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago, mengatakan Dedy merupakan salah satu tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus kampung narkoba Gang Langgar di Samarinda.
“Kami telah mengamankan Bripka Dedy, tersangka kasus Gang Langgar di Samarinda, Kaltim,” ujar Drago, dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Drago, jaringan narkoba Gang Langgar menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk mengantisipasi kedatangan aparat maupun orang yang dianggap mencurigakan.
Dalam sistem tersebut, sejumlah orang ditempatkan di titik-titik strategis mulai dari pintu masuk gang hingga lokasi transaksi narkotika.
BACA JUGA: Catur Sebut Nama Sekjen PSSI saat Bacakan Pledoi TPPU terkait Aliran Dana Narkoba
“Dedy berperan sebagai ‘sniper’ yang mengawasi aktivitas di kawasan Gang Langgar. Ia memberi peringatan jika melihat konsumen mencurigakan yang diduga aparat sehingga berpotensi memicu penangkapan,” jelasnya.
Untuk mempercepat penyampaian informasi, para penjaga dibekali alat komunikasi berupa handy talky.
“Jadi untuk sniper itu, dia berdiri atau memosisikan dirinya di dalam Gang Langgar itu pada beberapa titik. Masing-masing titik itu menggunakan alat komunikasi berupa handy talky. Jadi dari depan gang sampai dengan tempat transaksi narkoba itu, semuanya memegang handy talky,” tambah Drago.
Bareskrim Polri menyebut penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan narkoba yang beroperasi di Gang Langgar, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
