Bankaltimtara

2,5 Jam Bersih-Bersih, Sampah 1,8 Ton Diangkut dari Permukiman Warga Pesisir Bontang

2,5 Jam Bersih-Bersih, Sampah 1,8 Ton Diangkut dari Permukiman Warga Pesisir Bontang

Bersih-bersih lingkungan di Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.-(Disway Kaltim/ Michael Fredy Yacob)-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Sampah menjadi masalah serius di berbagai tempat di "Kota Taman" Bontang. Utamanya di daerah pesisir kota. Misalnya di daerah Tanjung Laut Indah. 

Daerah itu memang berpotensi menjadi tumpukan sampah. Bukan hanya dari sampah warga setempat, tetapi sampah kiriman dari laut juga. 

Karena itu, masyarakat di sana, utamanya di RT 11 dan 12 serentak membersihkan daerah. Walau kegiatan itu masih dilakukan secara temporer, bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan itu dilaksanakan, Jumat, 5 Juni 2026. Bersih-bersih itu juga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup Nomor 09/2026. Sejak pukul 07.30 Wita, berbagai elemen turun ke lapangan. 

BACA JUGA: Kaltim Hasilkan Ratusan Ribu Ton Sampah Tiap Tahun, Baru 17 Persen Berhasil Diolah

Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forkopimda, aparat kelurahan, pengurus RT, hingga masyarakat umum. 

Tak ketinggalan, kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut ambil bagian.

“Alhamdulillah semua turun. Ini yang membuat kami semakin semangat,” kata Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro. 

Selama sekitar 2 setengah jam, kerja kolektif itu membuahkan hasil. Sebanyak 1,8 ton sampah berhasil dikumpulkan dan langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan armada DLH.

BACA JUGA: Kukar Bakal Buang Sampah ke Balikpapan dan Samarinda, Tahap Awal 20-50 Ton per Hari

Namun, persoalan sampah di wilayah pesisir tidak berhenti pada pembersihan itu saja. Tantangan utama justru datang dari luar. Sampah kiriman yang terbawa arus laut saat pasang.

Menyadari hal itu, tim juga memasang jaring pengaman sepanjang kurang lebih 10 meter di titik-titik rawan. Langkah ini menjadi solusi awal untuk “menahan” sampah agar tidak kembali mencemari area yang sudah dibersihkan.

“Kalau tidak ditutup, percuma dibersihkan. Nanti masuk lagi saat air pasang. Jadi ini upaya pencegahan,” jelas Elis.

Ke depan, seluruh akses masuk sampah di kawasan tersebut direncanakan akan ditutup secara bertahap, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: