Kampus Boleh Dirikan SPPG, Mendiktisaintek: Sebagai Sarana Praktik
Ilustrasi aktivitas di dapur MBG (SPPG).-istimewa-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebutkan, perguruan tinggi boleh memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai wadah teaching factory atau sarana praktik langsung bagi para mahasiswa.
Hal itu diungkapkan Mendiktisaintek dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Dia menyebutkan, keberadaan SPPG tersebut terintegrasi dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana kampus diharapkan mengambil peran strategis melalui riset dan pengabdian masyarakat.
"Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, yaitu kami mempersilahkan kepada kampus-kampus tersebut," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dikutip dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
BACA JUGA: Polres Kutim Matangkan Dapur SPPG, Targetkan 3.000 Porsi Makanan per Hari
BACA JUGA: SPPG Polres PPU kembali Distribusikan MBG, 1.189 Porsi untuk Siswa SD hingga SMA
Pelibatan kampus dalam Program MBG, jelasnya, sama halnya dengan dukungan sivitas akademika terhadap proyek-proyek strategis pemerintah lainnya.
Partisipasi kampus dalam ekosistem gizi nasional setara dengan bentuk dukungan riset perguruan tinggi pada program mobil listrik, semikonduktor, hingga tanggul laut raksasa (giant sea wall).
Namun, meskipun perguruan tinggi diperbolehkan mendirikan SPPG, kata Mendiktisaintek, bahwa hal tersebut bukanlah sebuah paksaan atau kewajiban administratif yang dibebankan kepada pihak rektorat.
"Jadi, kami tidak pernah ada edaran kebijakan bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG, itu tidak pernah ada. Tapi yang kita dorong adalah kependidikan kampus dalam seluruh program-program nasional," ujarnya.
BACA JUGA: Warga Binaan Lapas Samarinda Disiapkan Kelola Dapur MBG
BACA JUGA: MBG Masuk Rutan Tanah Grogot, Tunggu Verifikasi Ditjenpas
Menteri Brian juga menyatakan pihaknya mendorong agar perguruan tinggi fokus pada penelitian jangka panjang yang dapat mengawal keberhasilan Program MBG dari sisi kesehatan publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara
