Demi Cetak Generasi Penyangga IKN, PPU Pertahankan TPP Guru
Demi meningkatkan daya saing SDM penyangga IKN, Pemkab PPU berkomitmen mempertahankan TPP guru agar kualitas pendidikan tidak menurun.-(Disway Kaltim/ Achmad Syamsir Awal)-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru dan aparatur sipil negara (ASN) tetap dibayarkan penuh meski daerah sedang menghadapi tekanan fiskal.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen menjaga kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendukung upaya mencetak generasi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berkualitas dan berdaya saing.
Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, termasuk memastikan guru dapat bekerja secara optimal tanpa terbebani persoalan kesejahteraan.
"Alhamdulillah, walaupun daerah saat ini menghadapi badai fiskal, kami berkomitmen tidak melakukan pemotongan TPP. Kami ingin guru tetap fokus bekerja, bukan dipusingkan oleh urusan dapur yang terganggu," ucap Mudyat, Senin, 1 Juni 2026.
BACA JUGA: TPP Guru Tak Dipangkas, Pemkab Kutai Barat Pertimbangkan Jaga Stabilitas Anggaran
BACA JUGA: Bupati Berau Pastikan TPP Guru Aman Meski APBD Tertekan: Bukan Beban, Tapi Mitra Pemerintah
Mudyat mengatakan pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten PPU, terutama dalam meningkatkan kualitas guru serta pemerataan akses pendidikan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Menurut Mudyat, peningkatan kualitas guru bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak agar warga lokal tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
Pemkab PPU kini memprioritaskan sinergi pusat dengan daerah. "Menyeleraskan kurikulum lokal dengan visi IKN sebagai kota masa depan," tambahnya.
BACA JUGA: Hasil TKA Jeblok karena Literasi Rendah: MBG bukan Solusi!
BACA JUGA: Dana Desa Dipangkas, Pemkab PPU Dorong Konsorsium Antardesa Bangun Usaha Skala Besar
Selain itu, pemerataan akses dengan memastikan kualitas pendidikan di pelosok PPU setara dengan sekolah-sekolah di kawasan inti IKN. Kemudian dukungan sarana penguatan fasilitas fisik yang mendukung metode pembelajaran modern.
Mudyat menekankan bahwa kecerdasan kognitif tidak akan cukup untuk bersaing di IKN tanpa karakter yang kuat. Pemkab PPU kini mengintegrasikan 4 pilar karakter ke dalam sekolah-sekolah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
