PTMSI Paser Asah Kemampuan Atlet Lewat Tur Mini
Tur mini tenis meja di GOR Tenis Meja Paser.-Sahrul/Disway Kaltim-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Paser mulai intens mengasah kemampuan atlet untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII 2026.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar program tur mini atau latih tanding rutin yang dikemas dalam suasana kompetisi sesungguhnya.
Pada pelaksanaan tur mini, PTMSI Paser menghadirkan dua atlet berkualitas dari Jakarta. Kehadiran atlet dengan level permainan yang lebih tinggi ini diharapkan mampu memberikan tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi para atlet Paser yang tengah dipersiapkan menuju Porprov.
Ketua PTMSI Paser, Asnawi menjelaskan bahwa program tur mini telah menjadi agenda rutin sejak awal 2026.
BACA JUGA:Hasil MotoGP Italia 2026: Bezzecchi Tercepat, Jorge Martin Podium Kedua
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari sistem pembinaan yang diterapkan untuk mengukur perkembangan atlet secara berkala.
“Tur mini ini merupakan salah satu cara kami mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani atlet selama satu bulan."
"Kami ingin melihat sejauh mana peningkatan kemampuan mereka, baik dari sisi teknik, strategi bermain, maupun mental saat bertanding,” kata Asnawi, Senin 1 Juni 2026.
Ia menambahkan, simulasi pertandingan yang diterapkan dalam tur mini sengaja dibuat semirip mungkin dengan kondisi kompetisi resmi. Dengan demikian, para atlet tidak hanya berlatih keterampilan bermain, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan pertandingan yang sebenarnya.
BACA JUGA:PSG Juara Liga Champions 2026, Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti dan Cetak Sejarah Back to Back
“Program ini menjadi alat ukur bagi kami untuk melihat efektivitas pelatihan yang dilakukan selama satu bulan terakhir. Dari sini kami bisa mengetahui perkembangan atlet-atlet yang sedang kami bina,” ujarnya.
PTMSI Paser menerapkan program latihan yang terstruktur dan berkesinambungan.
Selain latihan teknik dan strategi permainan, para atlet juga menjalani program peningkatan kondisi fisik yang dirancang untuk mendukung performa saat bertanding.
Asnawi optimistis pola pembinaan yang diterapkan saat ini mampu meningkatkan kualitas atlet secara signifikan, baik di kelompok junior maupun senior.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

