Bankaltimtara

Lulusan SD Balikpapan Bertambah, Kursi SMP Negeri Tak Lagi Cukup

Lulusan SD Balikpapan Bertambah, Kursi SMP Negeri Tak Lagi Cukup

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik-Salsa/ Nomorsatukaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Setiap tahun ajaran baru, persoalan yang dihadapi orang tua di Balikpapan nyaris tidak berubah, seperti mencari kursi SMP negeri untuk anak mereka.

Jumlah lulusan sekolah dasar terus meningkat, sementara kapasitas sekolah negeri belum mampu mengejar pertumbuhan kebutuhan pendidikan di kota ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini mulai membuka ruang lebih besar bagi sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak tertampung dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, ketimpangan jumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menjadi salah satu penyebab utama persoalan daya tampung pendidikan terus berulang setiap tahun.

BACA JUGA: Balikpapan Tambah Sekolah Negeri, Proyek SMP Baru Grand City Rp23 Miliar Dikebut

"Yang paling sulit karena perbandingan jumlah sekolah antara SD dan SMP cukup besar," kata Irfan, pada Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, lonjakan lulusan SD tidak sebanding dengan ketersediaan ruang belajar SMP negeri. Situasi itu membuat pemerintah harus mencari alternatif agar seluruh siswa tetap memperoleh akses pendidikan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng 15 SMP swasta di Balikpapan untuk membantu menampung siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri.

"Jadi SMP swasta bisa menampung sekitar 1.200 anak," ucap Irfan.

BACA JUGA: Pemkot Bangun Sekolah Negeri Terpadu di Kawasan Grand City Balikpapan

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa beban layanan pendidikan tingkat menengah pertama di Balikpapan tidak lagi sepenuhnya dapat ditopang sekolah negeri.

Di sisi lain, sekolah swasta mulai diposisikan sebagai bagian dari solusi atas keterbatasan daya tampung pemerintah.

Selain menggandeng sekolah swasta, Pemkot Balikpapan juga menambah kapasitas penerimaan siswa SMP negeri sebesar 5 persen pada tahun ini.

Penambahan kuota itu didukung anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah kota. Dana tersebut digunakan untuk memperluas daya tampung sekolah yang ada.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: