Bankaltimtara

Event Paralayang Internasional di Sultan Hill Paser akan Diramaikan Atlet dari 5 Negara

Event Paralayang Internasional di Sultan Hill Paser akan Diramaikan Atlet dari 5 Negara

Aktivitas atlet paralayang saat menjajal bukit sultan di Paser.-istimewa-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Kabupaten Paser bersiap menjadi pusat perhatian dunia olahraga dirgantara. 

Untuk pertama kalinya, ajang bergengsi International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser Series 1 akan digelar pada 4–7 Juni 2026 di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong

Event paralayang bertaraf internasional ini dipastikan menghadirkan atmosfer kompetisi yang spektakuler. 

Hingga saat ini, hampir 60 atlet paralayang dari luar Kalimantan Timur telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka, termasuk peserta dari lima negara. Yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, dan Ukraina. 

Sebagai tuan rumah, berbagai pembenahan hingga kini terus dilakukan di Sultan Hill agar venue memenuhi standar event internasional. 

BACA JUGA:Pembekuan Pengurus Muaythai se-Kaltim Diprotes, Atlet Porprov Dikhawatirkan Terdampak

Kepala Cabang Paralayang Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paser, Alfansuri Hidayat, mengatakan persiapan venue kini hampir rampung atas dukungan bersama Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi selaku pemilik Sultan Hill. 

“Untuk area take off sudah dirapikan, rumput-rumput dibersihkan, dan area landing juga sudah diperluas sesuai arahan Sekjen FASI Pusat,” ujar Alfan, Minggu 24 Mei 2026. 

Ia menjelaskan, area landing kini diperluas hingga sekitar 1,5 hektare atau setara lebih dari satu lapangan sepak bola. 

Sementara itu, area take off juga dibenahi dengan menebang sejumlah pohon yang dinilai mengganggu jalur penerbangan atlet. 

Meski persiapan berjalan maksimal, Alfan mengakui persoalan anggaran masih menjadi tantangan utama. 

Karena itu, panitia membuka peluang seluas-luasnya bagi perusahaan maupun pihak ketiga yang ingin menjadi sponsor dalam event internasional tersebut. 

“Siapa tahu ada perusahaan atau pihak lain yang ingin mendukung kegiatan ini, kami sangat terbuka. Saat ini dukungan utama masih berasal dari Disporapar Paser,” katanya. 

Selain anggaran, tantangan lain yang dihadapi panitia adalah waktu persiapan yang cukup terbatas. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: