Dugaan Aksi Begal di Balikpapan Oleh Oknum Aparat Dibantah, Ini Kata Kodam VI/Mulawarman
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo-Chandra/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Kodam VI/Mulawarman buka suara terkait dugaan pembegalan terhadap seorang mahasiswa berinisial YS (22) di Balikpapan, yang sebelumnya sempat viral dan dikaitkan dengan oknum aparat.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menegaskan, bahwa 2 anggota yang terlibat dalam insiden tersebut bukan pelaku begal seperti informasi yang beredar di masyarakat.
“Intinya bahwa mereka bukan begal. Saya ingatkan, garis bawahnya, bahwa mereka bukan begal,” tegas Gatot, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Gatot, peristiwa itu bermula saat korban berkendara di kawasan traffic light Kebun Sayur, Balikpapan.
BACA JUGA: Dugaan Pembegalan di Balikpapan: Polisi Masih Cari Pelaku Begal
Saat itu, korban bersama seorang pengendara motor lain disebut melaju dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan yang dikendarai oknum anggota TNI.
Dalam situasi tersebut, kendaraan korban disebut nyaris mengenai motor para anggota sehingga memicu reaksi spontan di jalan. “Bersenggolan tidak, hampir. Tapi rasa kaget itu kan muncul,” katanya.
Merasa keberatan atas manuver tersebut, kedua anggota kemudian mengejar korban hingga ke kawasan SPBU Karang Anyar untuk meminta penjelasan.
Namun pengendara motor lain yang sebelumnya bersama korban berhasil meninggalkan lokasi. Di area SPBU itulah situasi berubah menjadi perselisihan antara kedua pihak hingga berujung kontak fisik.
BACA JUGA: Polisi Telusuri Video Viral Begal di Balikpapan Utara, Temukan Kejanggalan Lokasi yang Disebut
“Maunya mau konfirmasi, tapi karena mungkin pada saat itu ada sedikit gesekan, akhirnya tanpa bisa dihindari, oknum anggota kita melaksanakan tindakan yang agak sedikit kontak fisik,” ujar Gatot.
Kapendam menegaskan, insiden tersebut dipicu kesalahpahaman di jalan dan bukan tindakan pembegalan seperti yang ramai diberitakan sebelumnya.
“Tapi murni ini adalah kesalahpahaman karena salah satu pihak ingin mencari tahu, ‘Kenapa saya diperlakukan seperti itu? Kalau saya jatuh bagaimana? Kalau terjadi apa-apa dengan saya waktu kamu menyalip itu bagaimana?’” ucapnya.
Dari hasil penelusuran internal, pihak Kodam VI/Mulawarman juga mengetahui bahwa korban, yakni seorang mahasiswa berinisial YS ternyata merupakan anak dari seorang anggota TNI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
