Bankaltimtara

Kaltim Masih Kekurangan Guru, DPRD Tolak Wacana Hapus Prodi Kependidikan

Kaltim Masih Kekurangan Guru, DPRD Tolak Wacana Hapus Prodi Kependidikan

Ilustrasi.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Kekhawatiran muncul di daerah menyusul rencana pemerintah pusat menghapus program studi (prodi) atau jurusan kependidikan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah krisis tenaga guru, khususnya di Kalimantan Timur.

Menurut Darlis, rencana tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah kondisi tenaga pendidik yang hingga kini masih menghadapi persoalan kesejahteraan dan keterbatasan jumlah.

“Sudah gaji tidak seberapa, kemudian mau dihilangkan juga. Tentu kita berharap wacana itu tidak dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

BACA JUGA: Guru Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027, Bontang Minta Diskresi

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya tidak mengambil langkah yang justru berpotensi mengurangi perhatian terhadap tenaga kependidikan.

Sebaliknya, fokus kebijakan perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru secara menyeluruh.

Darlis mengingatkan, penghapusan prodi kependidikan dapat berdampak jangka panjang terhadap ketersediaan tenaga pengajar, terutama di daerah seperti Kalimantan Timur yang masih mengalami kekurangan guru.

“Jangan sampai dengan penghapusan itu perhatian terhadap tenaga kependidikan justru semakin menurun. Mudah-mudahan itu hanya wacana dan tidak terjadi,” ucap Darlis.

BACA JUGA: 105 Guru Pensiun, Bontang Rekrut 127 Guru Baru dalam 2 Tahap 

Di tingkat nasional, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah mengkaji penataan program studi di perguruan tinggi, termasuk kemungkinan penutupan prodi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam kajian tersebut, prodi kependidikan disebut sebagai salah satu bidang dengan jumlah lulusan yang melampaui kebutuhan, sehingga menjadi bagian dari evaluasi kebijakan pendidikan tinggi.

Ia mengungkapkan, dari sisi kuantitas, kebutuhan guru di Kalimantan Timur masih jauh dari terpenuhi.

“Banyak sekolah yang kekurangan guru, terutama di SMK. Guru-guru produktif itu sangat minim,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: