Bankaltimtara

Operasional ICU di Gedung Walet RSUD Abdul Rivai Tersendat Akibat Vendor Bermasalah

Operasional ICU di Gedung Walet RSUD Abdul Rivai Tersendat Akibat Vendor Bermasalah

RSUD dr. Abdul Rivai Berau.-Maulidia Azwini/ Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik melalui Gedung Walet di RSUD dr. Abdul Rivai, Kabupaten Berau, harus terhambat.

Gedung 3 lantai yang telah rampung secara fisik itu hingga kini belum bisa difungsikan penuh, karena gagalnya pengadaan lift akibat kinerja vendor yang dinilai tidak profesional.

Kondisi tersebut membuat layanan penting  yang direncanakan berada di lantai atas gedung hijau tersebut belum dapat dioperasikan dalam waktu dekat. Sementara, saat ini baru lantai dasar yang digunakan sebagai IGD.

Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, dr. Jusram mengungkapkan, bahwa pihaknya sebenarnya telah mengupayakan pengadaan lift sejak akhir 2025 lalu.

BACA JUGA: Bupati Berau Isyaratkan Evaluasi Manajemen RSUD Abdul Rivai

Namun, proses tersebut gagal terealisasi karena vendor tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai kontrak.

Akibatnya, manajemen rumah sakit pun mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak sekaligus memasukkan vendor tersebut ke dalam daftar hitam.

“Kami sudah mengusahakan lift di akhir tahun lalu. Tapi karena distribusi dari vendor tidak bagus, kontraknya kami putus. Kami tidak mau membayar tanpa barang. Vendor itu juga sudah kami blacklist,” ujar Jusram, Rabu 29 April 2026.

Keputusan pemutusan kontrak tersebut berdampak langsung pada anggaran yang telah disiapkan. Dana sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan lift terpaksa dikembalikan ke kas Pemerintah Kabupaten Berau.

BACA JUGA: RSUD Abdul Rivai Terjerat Utang Rp 38 Miliar, Ini Kata Direksi

“Karena kami tidak jadi membayar vendor maka uangnya kami kembalikan ke pemda,” katanya.

Padahal, keberadaan lift tersebut menjadi syarat penting untuk mengoperasikan dua lantai atas Gedung Walet.

Jusram menjelaskan bahwa lantai dua direncanakan sebagai instalasi bedah sentral, sementara lantai tiga akan difungsikan sebagai ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Kalau lift sudah terpasang, sebenarnya semua sudah siap. Lantai dua untuk bedah sentral dan lantai tiga untuk ICU. Kapasitas ICU bisa sampai 18 tempat tidur. Nantinya ICU yang ada sekarang akan dipindahkan ke atas,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait