Bankaltimtara

Antrean Solar di Balikpapan Mencapai 3 Hari, DPRD Desak Transparansi Kuota BBM Bersubsidi

Antrean Solar di Balikpapan Mencapai 3 Hari, DPRD Desak Transparansi Kuota BBM Bersubsidi

Antrean truk di pintu masuk SPBU Kilometer 15 Kota Balikpapan memanjang hingga 4 kilometer, demi mendapatkan solar bersubsidi akibat kenaikan harga Dexlite yang kian tidak terjangkau pemilik kendaraan diesel niaga.-(Disway Kaltim/ Salsabila)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Antrean pengisian bahan bakar mesin (BBM) bersubsidi jenis Solar di Kota Balikpapan semakin memanjang pasca kenaikan harga Dexlite menjadi Rp24.150 per liter. 

Jika sebelumnya pengguna mesin diesel seperti truk harus antre 2 hari untuk mendapatkan solar, kini waktu antreannya memanjang hingga 3 hari. 

Akibatnya, antrean kendaraan pengguna solar kian memanjang hingga lebih dari 4 kilometer. Hal ini terpantau di SPBU kilometer 13 dan kilometer 15.

Anggota DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengonfirmasi kondisi tersebut berdasarkan informasi yang diterimanya dari Komunitas Sopir Truk Balikpapan.

BACA JUGA: Setelah 11 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Kaltim Terbongkar, Pertamina Uraikan Mekanisme Pengawasan

BACA JUGA: Imbas BBM Naik, Tarif Travel Mahulu-Samarinda Bakal Dinaikkan, Cek Harganya di Sini

Ia menyebut peninjauan lapangan oleh pihak terkait dibutuhkan, agar penyebab antrean panjang dapat diketahui secara jelas.

"Ini merupakan permasalahan serius yang harus segera ditindaklanjuti," ucap Oddang.

Menurutnya, pengecekan langsung penting dilakukan untuk mengetahui apakah antrean panjang dipicu keterbatasan kuota, persoalan distribusi, atau kendala pengawasan di lapangan.

Ia juga meminta PT Pertamina lebih transparan mengenai besaran kuota solar subsidi yang dialokasikan untuk Balikpapan serta mekanisme distribusinya.

BACA JUGA: BBM Non Subsidi Naik, Harga Bahan Pangan di PPU Potensi Merangkak

BACA JUGA: BBM Naik, Pengusaha Jasa Travel di Kota Bontang Tak Menaikkan Tarif

"Harus ada kejelasan. Apakah terjadi kelangkaan? Berapa sebenarnya kuota untuk Balikpapan? Apakah perlu penambahan atau ada solusi lain?" tekannya.

Di samping itu, Oddang menegaskan harus ada kejelasan mengenai kendaraan yang berhak menggunakan solar bersubsidi dan kendaraan yang masuk kategori industri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: