Erwin Izharuddin: Kemenangan PAN Lahir dari Harmoni, Bukan Sekadar Ambisi
Pelantikan Pengurus DPW PAN Kaltim dan pengukuhan penurus DPD PAN kabupaten/kota.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Simfoni Kemenangan menjadi tema utama dalam pelantikan pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim periode 2024-2029.
Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin mengatakan, secara umum simfoni berarti keselarasan suara atau bunyi yang harmonis.
Semua suara itu berasal dari alat musik yang berbeda dan dimainkan oleh orang yang berbeda pula.
Sesuai tema, alunan musik dari orkestra, marching band dan paduan suara memenuhi convention hall Sempaja.
Begitu juga ketika PAN ingin meraih kemenangan. Partai berlogo matahari ini memiliki berbagai macam sudut pandang dari setiap kader.
Juga cara setiap orang bergerak untuk partai. Alhasil, semua itu harus disatukan agar bisa menciptakan simfoni kemenangan.
“Kita harus menyatukan langkah dalam satu visi. Melaraskan suara dalam satu pesan. Serta menggerakkan seluruh kekuatan dalam satu tujuan. Ketika ini yang kita lakukan, simfoni kemenangan itu akan terwujud,” katanya, Sabtu, 25 April 2026.
Di bawah kepemimpinannya, Erwin memang menargetkan suatu yang besar, yakni daerah yang kehilangan kursi di legislatif akan dikembalikan.
Lalu, merebut kembali kursi pimpinan partai di DPRD Provinsi Kaltim dan mempertahankan kursi di DPR RI.
Tidak hanya itu, tetapi staf khusus (Stafsus) Menteri Lingkungan Hidup ini menargetkan ada kader PAN duduk di eksekutif, minimal di 3 daerah di Kalimantan Timur.
Baginya semua target tersebut akan mudah terealisasi jika simfoni itu terwujudkan.
“Ketika semua itu terjadi, kemenangan bukanlah target yang jauh, tapi menjadi konsekuensi alami dari kerja yang selaras. Kemenangan bukan tentang siapa yang paling keras berjuang. Tapi, siapa yang paling selaras,” tegasnya.
Karena itu, ia menegaskan, kemenangan lahir dari kebersamaan. Seperti halnya orkestra hebat, setiap kader, relawan dan pengurus punya perannya masing-masing. Semuanya adalah instrumen paling penting.
“Tidak ada siapa yang paling penting. Tidak ada peran paling kecil. Tidak ada yang sia-sia. Semua sama. Dalam orkestra, satu nada yang meleset bisa merusak harmoni. Tetapi, satu nada yang tepat, bisa menguatkan keseluruhan. Artinya, setiap kontribusi dan rasa itu sangat menentukan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
