Akibat Cuaca dan Serangan Hama, Hasil Panen Padi Ladang di Mahulu Turun
Ilustrasi panen padi ladang di Mahulu.-istimewa-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM- Hasil produksi padi ladang di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tahun ini dilaporkan mengalami penurunan, dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu penyebab utama penurunan hasil tersebut dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk persoalan hama yang semakin kompleks.
Kondisi tersebut diakui para petani di Kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung, yang hingga kini masih mengandalkan pertanian padi ladang kering sebagaimana tradisi masyarakat setempat.
Agang Juk, salah satu petani di Kampung Datah Bilang mengatakan, bahwa persoalan penurunan hasil panen hampir dirasakan para petani di Mahulu, terutama di wilayah Datah Bilang.
BACA JUGA: Dinilai Lebih Potensial, Dewan Dukung Pengembangan Padi Sawah di Mahulu
Sejumlah petani mengeluhkan hasil panen yang jauh di bawah target tersebut. Bahkan, lahan yang sebelumnya mampu menghasilkan secara optimal kini hanya memberikan hasil terbatas, bahkan tidak mencapai setengah dari produksi normal.
Jika pada tahun sebelumnya, para petani yang memiliki luas lahan padi 1 hektare mampu menghasilkan 3 ton padi. Namun tahun ini justru menurun drastis, bahkan jauh dari setengah hasil pada tahun sebelumnya.
“Tahun ini hasilnya jauh berkurang, tidak sampai setengah dari biasanya,” kata Agang, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, penyebab utama karena kondisi cuaca yang tidak menentu, serta serangan hama yang semakin merajalela.
BACA JUGA: Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Mahulu Terus Optimalkan Percetakan Sawah
Tanaman padi banyak yang rusak sebelum memasuki masa panen, sehingga mengurangi potensi hasil yang seharusnya bisa diperoleh petani.
Rendahnya curah hujan selama masa tanam membuat pertumbuhan tanaman tidak maksimal dan berdampak langsung pada kualitas serta kuantitas panen.
Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, tetapi juga terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Sebagian petani terpaksa mengandalkan cadangan pangan dari musim sebelumnya atau mencari alternatif sumber pangan lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
