Bankaltimtara

Update Gencatan Senjata AS-Iran, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Update Gencatan Senjata AS-Iran, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Seorang pria Iran mengangkat foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enqelab di Teheran.-AFP-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - AS dan Israel berhenti menyerang Iran selama dua minggu, sementara Teheran setuju membuka kembali Selat Hormuz. 

Gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya menghentikan serangan AS-Israel ke Iran yang sudah berlangsung selama 40 hari. 

Konflik ini sebelumnya hampir memicu perang yang lebih luas di kawasan tersebut. Kesepakatan ini dijembatani oleh Pakistan. 

Sebelumnya, terjadi saling serang lewat udara dan rudal yang sangat parah hingga mengenai negara-negara Teluk, mengganggu jalur perdagangan dunia, dan memicu ketakutan akan perang panjang. 

"Kedua belah pihak telah menunjukkan kebijaksanaan yang luar biasa dan terus bekerja sama demi perdamaian," tulis Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melalui akun X-nya saat mengumumkan penghentian perang tersebut. 

BACA JUGA:Marak Kriminalitas, Kedutaan Korsel Terbitkan Travel Warning untuk Indonesia

Iran juga mengonfirmasi akan mengizinkan kapal-kapal lewat kembali di Selat Hormuz selama masa dua minggu ini. Hal ini menjadi kabar baik karena sebelumnya gangguan di sana membuat harga minyak dan gas dunia melonjak. 

Israel juga menyatakan akan menghentikan serangannya terhadap musuh bebuyutannya itu. 

Meski begitu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. 

Washington dan Teheran masih punya pandangan yang sangat berbeda soal kesepakatan jangka panjang. 

Bahkan, beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, Iran, Uni Emirat Arab, dan Kuwait sempat melaporkan adanya serangan. 

Robert Geist Pinfold, seorang pakar politik, mengatakan bahwa kesepakatan ini masih sangat rapuh. 

BACA JUGA:Pengamat: Butuh Berbulan-bulan Kembalikan Harga Energi Meski Ada Gencatan Senjata

"Masalahnya, semua pihak merasa mereka yang menang, dan pelanggaran gencatan senjata masih terus terjadi," ujarnya dikutip Aljazeera. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait