Pemkot Samarinda Bantah Beli Mobdin Rp3,9 Miliar, Tegaskan Land Rover Disewa
Kendaraan Dinas Pemkot Samarinda jenis Land Rover Defender yang kini memicu polemik masyarakat.-(Dok. Nomorsatukaltim)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot) mengklarifikasi isu yang beredar di media sosial mengenai status kendaraan Land Rover Defender yang disebut dibeli menggunakan APBD 2023, senilai Rp3,9 miliar.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan publik yang mempertanyakan pengadaan mobil dinas (mobdin) mewah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Neneng Chamelia Shanti menegaskan bahwa kendaraan itu berstatus sewa dan digunakan untuk menunjang kebutuhan tamu VIP Pemkot Samarinda.
“Mobil itu statusnya sewa untuk tamu penting Pemkot Samarinda dengan kontrak tiga tahun,” ujar mantan Inspektur itu, pada Senin malam, 6 April 2026.
BACA JUGA: Andi Harun Klarifikasi Penggunaan Land Rover Defender: Mobil Sewa untuk Tamu VIP
BACA JUGA: Neneng Shanti Resmi jadi Sekda Samarinda, Audit Mobil Dinas Tetap Jalan
Ia menjelaskan bahwa kendaraan tersebut memang dianggarkan melalui APBD murni tahun 2023, namun bukan dalam skema pembelian. Melainkan penyewaan dengan masa kontrak yang telah ditentukan hingga 2026.
“Hasil review-nya kita tunggu selesai ya. Kalau data yang kami tarik itu intinya sewa. Namun kita tunggu hasil review atau tinjauan itu keluar,” tambahnya.
Neneng menuturkan bahwa skema pembayaran dilakukan secara bertahap setiap tahun selama masa kontrak berlangsung. Sehingga total nilai yang disebutkan dalam isu merupakan akumulasi dari biaya sewa selama periode tersebut.
“Jadi untuk pembayaran sewanya sudah selesai semua, karena memang bayarnya per tahun,” jelasnya.
BACA JUGA: ARUKKI Laporkan Kasus Sewa Mobil Dinas Pemkot Samarinda ke Kejati Kaltim
BACA JUGA: Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp1,69 Miliar untuk Kapal SAR, Andalan Operasi di Sungai Mahakam
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pola pembayaran tahunan tidak dapat diartikan sebagai pembelian aset oleh pemerintah daerah, melainkan bagian dari kewajiban kontrak sewa yang telah disepakati sejak awal.
“Intinya mobil ini sewa. Isu beli segala macam itu tidak benar,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
